Mamah

560 views

Mamah…

Mamah sejak  aku belum ada dunia

Kau telah menyayangiku…

Kau membawaku kemana-mana

Selama sembilan bulan tanpa mengeluh…

Betapa hebat nya perjuanganmu saat melahirkanku…

Menahan rasa sakit yang sangat-sangat sakit

Yang rasanya tak terhingga

Saat aku terlahir di dunia ini

Kau menangis karena kesakitan

Dan juga menangis bahagia

Karena buah hatimu telah hadir di dunia ini…

 

Mamah…

Kasihmu tak terbalas sampai saat ini

Kau rela bangun di tengah malam sekalipun

Apabila aku menangis karena lapar dan haus atau sakit

Kau turuti semua yang aku pinta

Mamah…

Aku tak tahu harus membalas jasamu dengan apa…

Aku tak bisa membalas jasamu dengan  harta sebanyak apapun…

Walaupun aku mempunyai harta seluas benua Asia…

Aku tetap tidak akan bisa membalas semua  jasa-jasamu…

Mamah…

Aku menyanyagimu…

[Cylpa Nur Fitriani, Santri Pesantren Media, jenjang 1 SMP]

Catatan: sebagai tugas menulis puisi di Kelas Menulis Kreatif Pesantren Media

Komentar Instruktur:

Cylpa menulis dengan penuh emosi. Meski dengan bahasa yang sederhana, namun lugas dan informatif. Teruslah menulis dan rajin membaca karya orang lain untuk meningkatkan kualitas menulismu. Tetap semangat! [O. Solihin]

ibu mamah puisi

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait