Maafkan aku sahabat

224 views

 

Valeria agustina Putri. Nama yang indah dan tidak akan bisa tergantikan namanya dengan nama yang lain. Ia adalah anak yang cupu, berkaca mata besar,dan  baju yang di masukkan ke dalam roknya. tetapi ia adalah anak yang pintar, baik dan sopan. Di balik kecupuannya, ia adalah sosok anak yang cantik, manis dan anak orang kaya. Aslinya, Valeria adalah seorang cucu dari kakek Thomas Van Deir, ia adalah pemilik kuliah ternama di Inggris.

Valeria pindah ke Indonesia karena ia bosan bersekolah di Inggris, karena teman-temannya di Inggris banyak yang mengandalkannya karena kekayaannya. Akhirnya ia pindah ke Indonesia dengan menyamar menjadi anak yang cupu.

Hari ini ia telah bersiap-siap pergi kesekolah. Dengan kaca mata yang besar, dan baju yang dimasukkan ke dalam rok  berwarna kotak-kotak merah. “Valeriaaa… aduuh kok kamu kaya anak cupu gitu siih?” tanya mama saat melihat Valeria memakai kaca mata besar dan memasukan baju seragamnya kedalam rok kotak-kotak yang berwarna merah. Dengan cepat ia menegluarkan bajunya dan melepaskan kaca mata besar yang berwarna hitam.

“ oh ya Val ini kunci mobilnya” ujar mama sambil melemparkan kuci mobil lamborgini “mama, aku kan mau sekolah bukan mau ke mall, masa aku pake lamborgini” jawab valeria sambil mengembalikan kunci mobil lamborgini milik sang ayah tercinta.

“ooh ok, terus kamu ma naik apa ke sekolahnya?” tanya mama. Memang aku memiliki tiga mobil, ada lamborgini, aodisi, dan Aerio. Mobil yang biasa aku pake ke mall juga bukan lamborgini tapi Aerio.

Aku tidak menerima semua tawaran mama, aku cukup dengan menaiki sepedah jadul ku itu.                                    Saat tiba di sekolah, ternyata ke-dua sahabatku itu telah menunggu di depang gerbang. “oh no” sepatah kata yang di ucapkan Val. “I’m forget something” . aku mulai bingung mencari tempat untuk membenarkan baju.

Aku berpura-pura tidak melihat kedua sahabatku itu. Dan ternyata kedua sahabatku itu malah menghampiriku. Dan aku langsung jalan dengan cepatseolah aku tidak melihat kedua sahabatku itu.

“mau kemana kamu val?” tanya syifa dan nadin berbarengan. Aku tidak berani menoleh kebelakang.

*bersambung

 

[Daffa Azzahra, santriwati angkatan ke-2 jenjang SMP, Pesantren Media]

Daffa Azzahra

Penulis: 
author
Zahrotun Nissa, santriwati angkatan ke-3 jenjan SMA, kelas 2 | Asal Tegal, Jawa Tengah

Posting Terkait