Lenyapkan AIDS? Berantas Seks Bebas!

678 views

Liputan Khusus Diskusi Aktual Pesantren Media
Rabu, 27 November 2013

ilustrasi

ilustrasi

Rabu, 27 November 2013 pukul 10.30 WIB, Diskusi Aktual kali ini mengambil tema tentang HIV AIDS karena sebentar lagi akan memasuki hari AIDS sedunia, yaitu pada tanggal 1 Desember nanti.

Moderator yang terpilih ada dua perwakilan dari kelas 1 SMA santri ikhwan, yaitu Shalahuddin Umar dan Rizki Yanur Tanjung. Notulennya perwakilan dari kelas 3 SMA santri akhwat, yaitu Neng Ilham Raudhatul Jannah. Pesertanya seluruh santri Pesantren Media. Guru pembimbingnya adalah Ustadz Oleh Sholihin, beliau juga adalah guru di kelas menulis kreatif.

“Kita sudah mengetahui, 1 desember adalah hari AIDS sedunia, KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) bekerja sama dengan salah satu perusahaan kondom membagi-bagikan kondom pada anak-anak kampus dan remaja lainnya. Mereka menganggap itu sebagai solusi supaya menekan angka HIV AIDS di Indonesia.” Ustadz Oleh membuka diskusi aktualnya.

“Baiklah untuk menghemat waktu kita persilakan moderator. Tapi satu hal, sex yang aman adalah tidak sex bebas.” Ustdaz Oleh mempersilakan moderator untuk memimpin diskusi.

“Assalamu’alaykum warahmatullaahi wabarakatuh!”
“Wa’alaykumussalam Warahmatullaahi wabarakaatuh!!”

“Ya baik teman-teman, tadi sudah dijelaskan ya sama Ustadz Oleh, sedikit mengenai ini.” Umar mengawali.

“Kita akan bahas tema AIDS, dengan judul lenyapkan AIDS? Berantas seks bebas.” Rizki menyambung. “AIDS adalah nama penyakitnya, HIV nama virusnya. Mengenai KPAN yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan kondom sebetulnya mereka bukan menanggulangi tapi menambah. Dan itu berarti menghalalkan perzinaan.” Kata Rizki.

“Baik bagi teman-teman yang ingin bertanya, silakan! Dari akhwat dulu!” Umar mempersilakan peserta untuk bertanya.

Pertanyaan akhirnya sudah terkumpul, semuanya berjumlah 16 pertanyaan. 11 pertanyaan dari akhwat dan 6 pertanyaan dari ikhwan. Berikut ini pertanyaannya yang sudah disusun notulen:

1. Musa : apa arti dari AIDS dan seks bebas?
2. Alifa : Apa itu kondom?
3. Mufiddah : Siapa yang terkena AIDS pertama kali dan pada tahun berapa?
4. Putri : Apa gejala orang yang terkena AIDS?
5. Olip : Negara mana yang paling banyak terkena AIDS?
6. Teh novi : Selain karena seks bebas, HIV AIDS tertular dari apa aja?
7. Nisa : Diperingati AIDS itu sesudah atau ketika AIDS itu ada? Dan apa cara yang paling ampuh untuk mencegah perzinaan dan AIDS?
8. Hawari : Bagaimana sikap kita kalau saudara /keluarga/teman terkena AIDS dan bagaimana sikap kita kalau kita yang terkena AIDS?
9. Teh ira : Bagaimana islam mengajarkan tentang persoalan seks?
10. Tia : Bagaimana cara kita sebagai muslim untuk menghentikan pembagian kondom?
11. Via : Apa hukumnya memakai kondom?
12. Ela : Apa solusi yang syar’i untuk memberantas AIDS?
13. Ihsan : Apakah pembagian kondom bisa mencegah AIDS?
14. Qois : Bagaimana cara menghilangkan seks bebas? Kenapa orang masih mau melakukan seks bebas padahal itu membahayakan dan berdosa?
15. Kak farid : Bagaimana cara menyadarkan pemerintah bahwa membagikan kondom itu salah?

Pertanyaan yang dijawab dimulai dari pertanyaan musa dahulu. Karena pertanyaannya sangat umum. “Apa arti dari AIDS dan seks bebas?”

“AIDS adalah sekumpulan gejala adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Wikipedia).” Kata Ela.

“AIDS itu penyakit itu disebabkan oleh virus HIV, penyakit itu tidak ditemukan obatnya kemungkinan akan menyebabkan kematian. Dan seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan tanpa ikatan pernikahan.” Nisa berpendapat

“Hubungan seksual yang dilakukan tanpa ada ikatan pernikahan, biasanya dalam dunia prostitusi dan obat-obatan. Sekumpulan gejala yang menyerang kekebalan tubuh.” Kata Hawari.

Kemdian menjawab pertanyaan dari Alifa, “Apa itu kondom?”

Menurut Fadhlan kondom adalah sesuatu alat yang menyesatkan orang.
“Alat untuk mencegah kehamilan saat berhubungan.” Kata Musa
“Terbuat dari karet dan elastis.” Neng Ilham menambahkan
“Alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dan mencegah penyakit menular dan biasanya tebuat dari karet kelateks yang dipake oleh laki-laki pada alat kelaminnya.” Hawari menyempurnakan.

Lalu menjawab pertanyaan dari Mufiddah, “Siapa yang terkena AIDS pertama kali dan pada tahun berapa?”

“Yang melakukan petama kali adalah amerika yang diujicobakan pada kera di afrika dan akhirnya tertular.” Kata Neng Ilham
“Ya berati yang pertama kali adalah binatang bukan manusia. Saya juga teringat dengan proyek namru, pelakunya yang dari dalam itu menjual sampel virus yang ditemukan kepada AS.” Kata Ustadz Oleh. “Penularan yang paling cepat adalah melalui darah-transfusi darah dan hubungan seksual, mereka membagi-bagikan kondom ada kepentingan bisnis di sana dan ingin generasi bangsa hancur.” Katanya lagi

“Manusia yang pertama kali terkena di Los Angels, dilaporkan ada laki-laki homoseks yang terkena (Wikipedia).” Kata Hawari

Berikutnya pertanyaan dari Putri dijawab oleh Hawari, gejala yang terkena AIDS diawali dengan flu, cepat kelelahan, pegel otot, mual, diare, batuk kering, keringat dingin, infeksi mulut, konsentrasi kacau, herpes mengalami penurunan, dan untuk perempuan haidhnya tdk teratur (Kaskus.com)

Selanjutnya pertanyaan dari Holifah, “Negara mana yang paling banyak terkena AIDS?”

“afrika selatan!” Kata Anam
“Ini di izzanqolbi.blogspot.com, urutan Negara yang terkena AIDS ada sepuluh, yang pertama Afrika selatan sebanyak 5,7 juta, kedua Nigeria sebanyak 3,3 juta, ketiga India 2,4 juta dari penduduk I milyar, keempat Kenya 1,5 juta, kelima Mozambik ada 1,4 juta, keenam Tanzania Sekitar 3% dari total populasi dan 1,4 juta orang, ketujuh Zimbabwe sekitar 1,2 juta orang, kedelapan Uganda 1,2 juta orang, kesembilan AS sebanyak 1,2 juta orang terinfeksi, dan terakhir dari Swaziland sebanyak 180.000 orang.” Ihsan menguraikan.

Pertanyaan dari Teh Novi dijawab oleh Anam dan Hawari. Selain dari hubungan seksual, AIDS juga bisa ditularkan dari pendonoran darah, cairan sperma atau vagina. lewat asi juga bisa karena ada darahnya.

“Diperingati AIDS itu sesudah atau ketika AIDS itu ada?” Pertanyaan dari Nisa.

“Ketika sudah terjadi baru diperingati.” Kata Ustadz Oleh, yang lain menyetujui.
“Harusnya waktu itu diperingatinya bukan 1 desember tapi 7 agustus alasannya karena waktu itu di Amerika Serikat media terus-terusan memberitakan tentang politik, akhirnya supaya berita segar nggak menjenuhkan. Diputuskanlah media memberitakan tentang AIDS saja. Waktu tanggal 1 desember,” Kata Hawari.

“Kalau ada kerabat atau tema kita yang terkena AIDS dan kita sendiri bagaimana tanggapan kita? ini pertanyaan dari Hawari.” Kata notulen membacakan pertanyaan selanjutnya.

“Sabar, tawakkal, kalau saudara ya kita motivasi. Berdoa sama Allah semoga sembuh dan (kalau melakukan) bertaubat aja.” Musa menjawab

“Biasanya yang suka klabbing akan kena, beredar isu ada yang menusukkan jarus suntik ke semua yg disitu. Saya dapat kabar ini dari orang yang pernah saya wawancara. Dia seorang pramugara. Dikarantina aja.” Kata Ustadz Oleh.

Jam sudah menunjukkan 11.25 akhirnya dengan terpaksa diskusi actual akan ditutup, tapi sebelumnya notulen membacakan pertanyaan terakhir dari Teh Ira “Bagaimana islam mengajarkan tentang persoalan seks?”

Kita harus peka terhadap permasalahn kaum muslimin, kita tak boleh diam. Kalau mau menanggulangi HIV AIDS adalah no freesex. Di sekolah-sekolah juga seharusnya menghukum yang pacaran harus jangan hanya yg tawuran.” Ustadz Oleh menghela nafas sejenak.

“Ini tanggung jawab kita bersama sebagai kaum muslim. Kata Imam Syaf’i, “barangsiapa yg bangun pagi tidak memikirkan urusan kaum muslimin maka mereka bukan golongan dari kaum itu.” Lanjutnya.

“Islam memang sudah mempersiapkan semua itu sejak dini, dari kecil harus udah dipisah kamarnya. Ke kamar orantau harus mengetuk pintu dulu. Walaupun sesame sejis, nggak boleh tidur barengan. Harus beda kasur beda selimut. Jangan mandi bareng. Menutu aurat.” Jawaban Ustadz Oleh ini menutup diskusi minggu ini.

Pukul 11.45 akhirnya diskusi actual selesai berbarengan dengan adzan menandakan sholat dzuhur tiba.

AIDS HIV KPAN menurut islam negara

Penulis: 
author

Ilham Raudhatul Jannah, biasa disapa Neng Ilham | Santriwati Pesantren MEDIA angkatanke-1, jenjang SMA | Alumni tahun 2014, asal Menes, Banten | Twitter: @senandungrindu1

Posting Terkait