KPKK (Kisah Perjalan Ke Kampung)

451 views

Di Indonesia banyak bermacam-macam mobil. Dari mobil yang murah sampai yang mahal. Tapi, malam ini kami akan menggunakan mobil angkot Cibinong untuk pergi ke Terminal Damri. Ya, hari ini aku pulang ke kampong tercintaku Kalimantan Selatan.

Jam setengah satu [1]  Umi Lathifah sudah bangun dan membangunkan aku dan Mufiddah. Untuk bersiap-siap berangkat ke terminal damri agar tidak telat. Oh, ya aku lupa Mufiddah adalah temanku yang juga pulang ke Kalimantan Selatan.  Aku bangun dan mencek kembali barang-barangku. Tapi sebelum itu aku pergi ke kamar mandi. Setelah beberapa menit lamanya kami menunggu Abdullah dan Kak Farid tak kunjung datang. Padahal, Umi Lathifah sudah menelpon beberapa kali ke Abdullah tapi tak ada jawaban. Karena Abdullah dan Kak Farid tak kunjung datang, Umi menyuruhku dan Fathimah  untuk pergi kerumah [2]RM(Rumah Media) dan membangunkan Abdullah dan Kak Farid.

Kami pergi ke RM menaiki sepeda. Di jalan raya sangat kosong jarang ada kendaraan yang melintas. Palingan ada satu sampai dua orang saja yang melintas.

Jarak Pesantren Media dengan  Rumah Media sangat dekat. Jadi tidak lama kami sudah sampai.

“Assalamu’alaikum”  Panggil kami kepada penghuni Rumah Media.

Tapi jawaban tak kunjung lebih dari 20 kali kami  memanggil penghuni Rumah Media tapi tak kunjung juga jawabannya. Fathimah memutuskan untuk memanjat pagar rumah media. Fathimah memanjat, aku melihat-lihat keadaan agar orang tidak melihat Fathimah memanjat. Fathimah berhasil memanjat. Tapi, ketika Fathimah selesai memanjat dan sampai di halaman Rumah Media Fathimah mendadak sakit perut. Tapi, Fathimah merasakan nya saja.  Fathimah menggedor-gedor jendela-jendela kamar Ikhwan. Tapi tak ada jawaban. Fathimah kembali menggedor kamar pertama. Alhamdulilah, akhirnya ada jawaban.

[3]Om Dedy keluar. Dam kami meminta tolong kepada Om Dedy untuk membangunkan Abdullah dan Kak Farid. Lalu kami tinggalkan saja mereka berdua. Kami kembali ke pesantren.

ooOoo

                Pukul menunjukkan jam 01.20 WIB. Mobil berwana hijau muda berlapis dengan warna yang lain datang. Aku dan Mufiddah keluar dengan barang yang lumayan banyak. Barangku berjumlah 2, kantongan plastic satu yang berisi makanan ringan dan koper gede yang isinya baju dll. Sedangkan teman seperjalananku ini membawa 2 juga, kardus satu yang berisi baju dan koper yang berisi macam-macam.

Kami menaiki mobil angkot cibinong. Rasanya tak karuan. Ada rasa sedih dan senang. Rasa sedihnya karena aku akan meninggalkan pesantren dengan jangka waktu yang lumayan lama. Sedangkan senangnya aku akan bertemu dengan keluargaku di kampung.

ooOoo

Di angkot terasa dingin dengan hawa di luar. Di dalam angkot aku hanya berdiam tanpa kata. Hanya sesekali aku mengeluarkan kata-kata. Lantunan dzikir pagi yang agak-agak macet. Terlantunkan di mulutku. Dengan tak terasa aku sudah sampai di  terminal damri. Aku tidak membeli tiket damri di loket. Tapi, aku membelinya  ketika di dalam damrinya.

ooOoo

                Di dalam damri terasa cepat. Tidak lama kemudian aku sudah sampai di bandara Soekarno Hatta. Bagiku bandara Soekarno Hatta bukan tempat asing lagi. Tapi adalah tempat yang sering kukunjungi. Oh, ya aku lupa dua hari sebelumnya aku juga ke bandara Soekarno Hatta. Mengantarkan [4]Teh Maila, Teh Ella, Teh Mila dan Wigati yang pulang kampong.

Setelah aku turun dari damri. Aku langsung mencari pengangkut barang/trolly. Dan Mufiddah yang menjaga barang.

Kami masuk ke Bandara terminal 2f. kali ini aku menaiki pesawat Garuda tujuan Banjarmasin. Aku tidak langsung untuk chek in. Tetapi, aku dan Mufiddah akan mengantarkan Abdullah dan Kak Farid untuk makan sahur dulu di KFC. Sekaligus Mufiddah membeli makanan untuk pagi ini. Setelah itu baru kami chek in.

Terminal 2F sangat berbeda dengan terminal 1A. kami harus menaiki lift dulu. Baru sampai, ke ruang chek in. aku check in. Tapi, aku harus ngantri dulu untuk chek in. Mengantrinya lumayan panjang. Ketika aku ingin menuju mba yang mengurus chek in itu. Ada orang sebelahku berkata”Ngantri mba”. Aku terkejut ketika mendengar itu. Dalam hatiku “itu banyak kosong juga”.

ooOoo

                Sekarang aku sedang menuju ruang Boarding. Aku menaruh tasku di  tempat pemeriksaan. Setelah selesai aku meambilnya. Sialnya, tali tasnya putus. Terus kena penjaganya lagi. Aduh, malu sekali mukaku.

Aku berjalan menuju arah 5F. dan mencari bangku kosong di sekitarnya. Ter nyata aku dan Mufiddah menemukannya. Kami duduk dan memakan ayam KFC tadi. Tidak lama kemudian terdengar pengumuman bahwa, Garuda tujuan Banjarmasin silahkan masuk keruang boarding 5F. Kami masuk dengan makan yang belum selesai. Waktu menunjukan jam 05.15. Tiba-tiba, perutku mendadak sakit. Rasanya ingin [5]BAB. Aku pergi ke toilet dan Mufiddah menjaga barang-barang. Ketika aku sedang di toilet terdengar pengumuman Garuda tujuan Banjarmasin disilah kan memasuki pesawat. Waduh.. aku belum selesai lagi. Aku bergegas untuk keluar dari toilet. Alhamdulilah aku bisa. Tapi, perutku masih sakit. Itulah kebiasaanku, aku tidak bisa BAB sekali saja harus dua kali.

ooOoo

                Kini aku sudah memasuki pesawat. Ada pramugari yang sangat baik dengan aku dan Mufiddah. Namanya Zee. Dia cantik,tinggi,putih. Tapi sayang, dia tidak menggunakan kerudung. Aku duduk di dekat jendela. Mufiddah di tengah dan di sebelah Mufiddah laki-laki. Kami duduk persis di sayap pesawat.  Untuk menahan rasa sakit perut, aku tidur.

Setelah beberapa puluh menit aku tertidur di pesawat. Aku terbangun dan tak bisa menahan sakit perut mau BAB. Aku berjalan menuju toilet pesawat yang berada di belakang pesawat. Setelah selesai BAB. Aku tidak langsung keluar, selainkan berpikir dulu bagaimana caranya untuk membuang kotoran yang ada di closet?

Di toilet pesawat aku melihat sebuah gelas berukuran kecil. Aku berpikir apakah kotoran itu di ambil pakai gelas, lalu kotoran itu aku masukkan ke()? Tapi itu tidak mugkin pasti tempat() itu akan kotor.

Aku kemudian berpikir sejenak, mataku melirik kearah. Bak sampah dan tisu. Apakah aku mengambil tisu itu banyak-banyak. Lalu, tisu itu ku masukan closet. Dan menyerap kotoran itu. Ketika tisu itu sudah menyerap. Aku buang ke bak sampah? Iii, tapi itu hal yang sangat menjijikan.

Aku mulai melihat tombol di sekitar. Aku berpikir pasti ada cara untuk membuang kotoran itu. Aku mulai mencoba-coba untuk menekan tombol iitu satu persatu. Apa jadinya?

Yah pertama kali yang aku pencet adalah tombol yang bergambar orang dan disebelahnya ada tanda peringatan. Aku memencetnya dan langsung berbunyi. Aku takut apa yang terjadi? Tidak lama kemudian ada seseorang yang mengetok-ngetok pintu. Siapa itu? Apakah akibat aku memencet tombol tadi. Aku hanya diam dan berpaling.

Setelah aku berpaling, aku melihat tombol lagi. Aku ingin memencetnya tapi rasa takut mendatangiku. Tapi dengan tekad yang kuat. Aku memencet tombol itu. Apa yang terjadi ketika aku memencet tombol itu? Ada angin yang keluar dari closet itu dengan keras. Dan alhamdulilah, kotoran itu hilang.

Akhirnya, tombol bergambar closet itu bisa menolongku. Aku kembali duduk dikursi, dengan rasa yang sangat plongg.

ooOoo

                setelah beberapa menit kemudian, pegumuman terdengar. Bahwa, pesawat garuda tujuan Banjarmasin akan mendarat di lapagan udara Samsodin Noor, harap penumpang memasang sabuk pengaman. Aku pun melakukan perintah dari pengumuman itu. Dari atas aku bisa melihat Kalimantan. Banyak kapal yang yang membawa batu bara yang sangat banyak. Dan banyak tanah kosong yang hijau. Tapi, ada yang menyedihkan lagi. Yaitu, gunung yang berlobang. Dari lautan sudah terlihat air yang sangat biru. Ketika, mendekat kedaratan. Air itu berubah menjadi coklat. Hati rasaya ingin ketawa.

Pesawat mendarat, ini adalah yang ku tunggu-tunggu. Di sinilah aku mendapatkan sensasi, pesawat mendarat. Dan ada lagi yang ku tunggu-tunggu yaitu ketemu My Family . Aku dan Mufiddah tidak langsung turun. Melain kan menunggu orang lain turun semua. Agar tidak berjumbel-jumbelan. Setelah orang lain sudah turun sudah pada turun, baru kami turun. Allahamdullilah, terasa lega hatiku melihat kota  kelahiranku.

Kami melihatbis yang penuh. Kami tidak naik bis karena sudah sangat penuh. Tinggal kami berdua saja lagi yang belum naik bis. Karena bisnya habis dan cuman kami bedua.  Akhirnya kami dipersilahkan menaiki mobil pesawat Garuda Indonesia. Kami terasa terhormat. Karena hanya kami berdua saja,  yang menaiki mobil pesawat  Garuda Indonesia. Setelah sampai,mata orang- orang  mengarah kepada kami. Kami pun masuk keruang  bagasi dengan muka yang cuek bebeh.

Setelah selesai kami keluar dan bertemu keluarga Mufiddah. Memang keluargaku tidak menjemputku. Karena Bapakku, lagi kerja. Tidak ada yang menjemputku. Padahal Ibuku ingin menjemputku. Tetapi, aku khawatir kalau ibuku yang menjemputku.

Jadi aku ikut keluarganya Mufiddah saja. Oh, ya sebelum aku meninggalkan Bandara. Aku tidak lupa untuk membelikan [6]Abang , [7]Yaya dan [8]Raisa Dunkin Donats.  Aku pulang.

THE END

BANJARMASIN, JULI 2013

[Saknah Reza Putri, santri angkatan ke-1, jenjang SMP, Pesantren Media]


[1] Ustadzah Pesantren Media sekaligus ibu asrama akhwat.

[2] Asrama Ikhwan Pesantren Media

[3] Ustadz Pesantern Media

[4] Sebutan Kakak di Sunda

[5] Buang Air Besar

[6] Adekku laki-laki

[7] Adekku perempuanku

[8] Adek sepupuku yang tinggal dirumahku sementara ibunya bekerja.

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan ke-5 jenjang SMA. Sudah terdampar di dunia santri selama hampir 6 tahun. Moto : "Bahagia itu Kita yang Rasa" | Twitter: @FathimahNJL | Facebook: Fathimah Njl | Instagram: fathimahnjl

Posting Terkait