Ketika Kesetiaan Melampaui Akal Sehat

368 views

Untitled-1.psd

Judul: The Missing Man| Novel Fiksi | Penulis: Alexander Bonaparte Cruz | Penerbit: Masmedia Buana Pustaka (tanpa tahun) | i-x dan 605 hal.

Novel The Missing Man (Orang yang Hilang) saya beli pada hari rabu, 12 Maret 2014. Dan saya selesai membaca buku ini pada hari selasa, 18 Maret 2014 sekitar jam 2 siang (6 hari). Ini adalah novel pertama yang saya baca seumur hidup saya. Selain karena tugas merevisi buku, saya juga ingin menumbuhkan hobi membaca saya yang telah lama saya tinggalkan. Alhamdulillah, setelah saya niatkan untuk membaca habis buku ini walaupun dengan sedikit paksaan, akhirnya saya selesai membaca buku ini.

Melihat dari covernya, saya cukup tertarik untuk membaca buku ini. Karena cover yang sangat cocok yang sesuai dengan judul dan isi dari buku ini. Dari jenis font pada judul buku ini, saya sudah melihat kalau bukunya penuh petualangan. Dan kebetulan sekali saya suka cerita tentang petualangan. Dan dari gambar jejak kaki manusia dan sebuah kaca mata pembesar tersebut, kita bisa melihat kalau buku ini menceritakan pencarian orang yang hilang. Namun, bila kita melihat dari warna latar belakang covernya, mungkin kurang cocok dengan suasana petualangan. Karena warna kuning adalah warna yang terang yang menurut saya menggambarkan keceriaan, kegembiraan dan hal yang menyenangkan. Mungkin akan lebih cocok lagi bila warna latar belakangnya diganti dengan warna hitam. Karena warna hitam akan menggambarkan suasana penuh tantangan, teka-teki dan rintangan. Dan warna judul dan gambarnya diwarnai dengan warna putih karena warna putih adalah lawan warna dari hitam, jadi akan terlihat jelas oleh mata. Dan sebenarnya warna huruf dan gambarnya juga bisa diganti dengan warna merah, namun warna merah identik dengan darah. Yang dikhawatirkan, nanti pembaca yang tidak suka dengan cerita mayat, atau cerita yang dapat mengeluarkan bayangan tentang darah tidak ingin membacanya. Jadi, akan lebih baik bila warna latar belakang covernya berwarna hitam dan huruf serta gambarnya berwarna putih.

Buku ini mengisahkan tentang seorang profesor yang pergi untuk meneliti hutan dengan menaiki pesawat. Namun, pesawat tersebut jatuh di pedalaman hutan Kalimantan. Sang istri yang melihat berita menyedihkan itu, sangat yakin kalau suaminya belum meninggal akibat jatuhnya pesawat yang dinaiki oleh suaminya. Dan akhirnya mereka memulai petualangan ke dalam hutan rimba di Kalimantan untuk mencari keberadaan sang profesor. Mereka itu adalah Nyonya Manuel ( istri profesor), Dennis (Partner kerja profesor), Pas Indrawan dan Pak Nanang (Pengawas hutan) dan beserta kedua anak buah Pak Nanang yang tidak pernah akur yaitu Ahmad dan Bara.

Kata-kata yang ada di buku ini cukup bagus karena kata-katanya disusun dengan sangat rapi. Dan menurut saya ceritanya lumayan lah. Tapi yang saya kecewakan di buku ini adalah sad ending-nya. Kenapa? Karena endingnya sangat tidak menyenangkan walaupun itu sebenarnya hak penulisnya untuk membuat ceritanya, namun saya merasa ending dari buku ini kurang menarik dan alasan saya berkata kalau ending nya kurang baik karena juga beberapa kisah dari tokoh dari novel ini tidak diceritakan sampai habis. Ya, setidaknya si penulis harusnya memberikan penjelasan bagaimana keadaan tokoh Dennis yang berjuang melawan serigala di akhir cerita, keadaan Pak Indrawan yang tertimpa longsor, dan keeadaan Bara yang tersesat di tengah hutan. Dan satu lagi, cara si penulis untuk menggambarkan suasana dan keadaan cerita di novel ini panjang namun sedikit bertele-tele. Jadi pembaca mungkin akan malas untuk membaca bagian penggambaran suasananya. Dan satu lagi yang menurut saya kurang dalam buku ini, yaitu tidak adanya tahun penerbitan buku ini. Sehingga pembaca tidak tahu buku ini diterbitkan tahun berapa.

[Rizky Yannur Tanjung, santri jenjang SMA, Pesantren Media]

buku resensi the misssing man

Penulis: 
author
Farid Abdurrahman, santri angkatan ke-1 jenjang SMA (2011) | Blog pribadi: http://faridmedia.blogspot.com | Alumni Pesantren MEDIA, asal Sumenep, Jawa Timur

Posting Terkait

  • Assalamu’alaikum, Teman-teman… Ini adalah foto hasil jepretan saya ketika

  • Assalamu’alaikum, Teman-teman… Kali ini saya menunjukkan sebuah foto yang

  • Foto ini saya ambil di puncak Gunung Kencana pada