Ketika Cinta Hanya Sebatas Bunga dan Coklat

169 views

Guys, sekarang udah tanggal 9 Februari nih. Ngomongin bulan Februari, penulis jadi inget hari Jumat (6/2) kemaren. Ceritanya gini, hari itu kan penulis ‘pulang kampung’ ke Bogor Selatan. Biasa, kangen sama keluarga di rumah. Sekalian jenguk nyokap yang lagi kurang sehat. Nah, waktu di jalan itu penulis lihat sebuah tayangan di monitor –yang ukurannya lumayan gede- yang nampang depan Mall BTM. Tahu nggak apa isi tayangannya? Hmm, sebuah tayangan tentang perayaan yang udah nggak aneh lagi di bulan Februari. Pada tahu kan? Coba tebak! Bener banget, Guys. Valentine Day atau singkatnya V’Day. Durasi tayangannya sebentar sih. Itu juga diulang-ulang. Yang jelas, ada ucapan Happy Valentine Day di tayangan itu.

Penulis yang udah sumringah mau pulang eh jadi sedih. Kenapa? Gimana nggak sedih coba, Valentine Day masih aja dirayakan. Apalagi kebanyakan dirayakan oleh anak muda. Seakan-akan perayaan tiap 14 Februari itu adalah momen yang kudu dirayakan. Padahal apa yang terjadi? Banyak, Guys. Acara semisal ngasih coklat, bunga atau boneka ke pacar udah nggak aneh. Yang populer lagi nih, tukeran kartu Valentine Day yang berbentuk hati. Udah gitu kartunya dihiasi gambar “Cupido”. Itu loh bayi kecil bersayap yang bawa busur dan anak panah di tangan.

Valentine Day itu doktrin cinta yang menyesatkan, Guys. Masa setiap tanggal 14 Februari remaja diarahkan buat ngerayain hari cinta, hari kasih sayang? Judulnya sih gitu. Cinta hanya disetarakan dengan kartu ucapan, coklat dan bunga mawar dengan harga yang pastinya nggak murah. Praktiknya parah banget. Nggak lebih dari hari syahwat dan maksiat! Valentine Day dijadikan hari buat nyatakan cinta, nyari pacar dan maksiat dengan kehormatan sebagai taruhannya. Wiih, serem!

Tahu nggak, di Inggris itu tiap tanggal 14 februari diperingati sebagai “The National Impotence Day”. Kalo di Amerika lebih ekstrim lagi. Mereka nyebut tanggal 14-21 Februari sebagai “The National Condom Sex”. Di Barat aja tanggal 14 februari dijadikan sebagai ajang pesta seks, ajang umbar nafsu setan. Semua kamar hotel full-booked dan kondom terjual habis. Kehormatan habis. Uang juga habis.

Ngomongin soal Valentine Day, berdasarkan sebuah angket dari Koran Pikiran Rakyat pada tahun 2005 menyatakan bahwa dari 413 responden yang ngejawab angket secara sah, 26,4% di antaranya ngaku lebih suka ngerayain Valentine days bareng gebetan atau kekasih dengan jalan-jalan, makan-makan lalu melakukan seks. Itu 10 tahun yang lalu loh. Sekarang, lebih banyak lagi.

Nggak cuma itu, Guys. Penjualan kondom seminggu sebelum dan setelah Valentine days meningkat 40-80% di setiap gerainya, bahkan ya sering kali ada yang sold-out atau terjual habis. Beberapa gerai bahkan nggak malu-malu lagi majang paket coklat Valentine Day yang dibanderol langsung dengan sebungkus kondom.

Ngeri banget kan? Miris deh. Anak SD sekarang aja udah berani pacaran. Gimana gedenya coba. Kaum muda kita terjebak dalam perayaan Valentine Day. Sayangnya, nggak sedikit loh orangtua yang ngebiarin putrinya keluar bareng pacarannya pas malam Valentine Day. Paling, orangtuanya nyuruh si cowok jagain putrinya. Loh, kok kebalik sih Om, Tante? Bukannya kalian yang harusnya jagain? Hmm, kalo kayak gini terus, bisa-bisa angka kehamilan di luar nikah makin ningkat. Pasti. Walaupun udah pake kondom.

Sejarah Valentine Day

Kalian tahu nggak, apa sih makna Valentine Day yang sebenernya? Misal tentang asal usulnya. Yang jelas, perayaan itu pastinya nggak ujug-ujug dong. Pasti ada asal muasalnya. Perayaan itu dilakukan untuk meneladani semangat Pan, Juno, Venus dan Cupid yang semuanya bermuara pada satu kata, yaitu nafsu. Aduh, siapa tuh Pan, Juno, Venus dan Cupid? Tenang, penulis jelasin kok. Nggak usah bingung dengan nama-nama itu ya.

Jauh sebelum dunia kenal Valentine Day, orang Romawi udah kenal duluan sama perayaan Festival Lupercalia. Apaan lagi tuh? Hmm, Lupercalia itu adalah rangkaian hari raya yang dipersembahkan kepada Lupercus sang dewa kesehatan dan kesuburan. Juga kepada Juno Februa sang dewi pernikahan dan kesuburan. Perayaan ini digelar setiap tahunnya pada tanggal 13-15 februari. Lupercus itu digambarin kayak manusia berkaki dan berkepala kambing. Di mitologi Yunani disebut dewa Pan. Kalo Juno Februa itu dilukiskan pake mantel dan kulit kambing. Dia itu istri dari dewa Jupiter. Kalo di mitologi Yunani dikenal sebagai Hera.

Dalam satu legenda, diceritakan bahwa Pan itu punya ‘affair’ dengan Venus atau dewi kecantikan dan dewi cinta, juga dengan Cupid (yang itu loh digambarin kayak anak keci bersayap dan membawa panah cinta). Menurut legenda lain, Venus itu tertarik banget sama ketampanan anaknya sendiri hingga melakukan seks. Nah, sekarang udah tahu kan siapa Pan, Juno, Venus dan Cupid?

Pada masa Romawi perayaan Valentine Day dimulai dengan naruh nama-nama perawan di sebuah tempat dalam kertas-kertas yang terpisah. Terus nanti laki-laki maju satu per satu ngambil kertasnya. Siapa yang terpilih itu akan jadi partner untuk melakukan seks. Setelah kaum Kristiani berkuasa sekitar 494 M, Paus Gelasius 1 ngubah festival lupercalia menjadi festival penyucian Bunda Maria. Pernah juga gereja menjadikan 14 februari sebagai hari peringatan kematian Saint Valentine. Namun pada tahun 1969 Valentine Day dihapus dari kalender gereja oleh Paus Paul VI.

Gimana udah ngerti kan sejarahnya? Hmm, nggak pada ngebul kan kepalanya? Hehe. Nggak apa-apa deh cuma pusing sedikit. Iya kan? Nah, udah jelas kan kalo Valentine Day itu ternyata perayaan orang-orang kafir? Bukan dari Islam. Udah cukup jelas alasan bagi kaum Muslimin untuk menolak dan meninggalkan Valentine Day. Valentine Day berasal dari perayaan pagan Romawi dilanjutkan sebagai hari besar di gereja.

So, haram hukumnya ikut ngerayain itu. Ini berlaku juga buat kaum Muslimin yang nyemarakin kayak jual pernak-pernik Valentine Days, jasa pengirim kartu, yang nyetak dan yang mensponsori acara itu juga harus berhenti dan taubat.

Rasulullah bersabda,

   مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Rasulullah Saw pernah bersabda, (yang artinya) ”Kamu akan mengikuti sunnah-sunnah kaum sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, dan ketika mereka masuk ke lubang biawak pun, kalian tetap mengikutinya. Kami bertanya, “Apakah kaum Yahudi dan Nasrani?” Rasul menjawab, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari)

Guys, sekarang udah pada paham kan kenapa Valentine Day itu haram? Valentine Day budaya orang kafir. Bukan dari Islam. Kalo ikut-ikutan budaya mereka so pasti jadinya kita termasuk ke dalam golongan mereka. Orang kafir masuk neraka. Mau juga ikut ke sana? Na’udzubillah! So, nggak usah merayakan Valentine Day!

*Guys, Islam adalah agama kasih sayang dan menjunjung cinta terhadap sesama. Namun, cinta juga ada aturannya.

Sumber:

#Al Quran #Al Hadist

#Udah Putusin Aja_Felix Siauw

[Siti Muhaira, santriwati kelas 3 jenjang SMA, Pesantren Media]

islam pesantren media remaja Siti Muhaira valentine day vdayharam

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Posting Terkait