Kerinduan #2

477 views

Dua Tahun Kemudian….

Diujung jalan tampak seorang gadis berjalan pelan dengan wajah datar tanpa  senyuman.  Gadis tersebut menggunakan jaket lusuh dengan seragam SMA nya, orang-orang yang kebetulan juga melewati jalan yang sama dengan gadis tersebut memandangnya aneh-aneh. Ceysa -gadis tersebut- tak ambil pusing dengan tatapan orang-orang, ia tetap berjalan menuju sekolah yang sudah didepan mata.

Disekolah Ceysa lalui dengan biasa saja. Tak ada yang mau berteman dengan nya di sekolah, ia hanya memilki beberapa sahabat yang telah lama dekat dengan nya. Sejak masuk SMA mereka tak ada yang satu sekolah  tapi Ceysa masih beruntung karena mereka masih tinggal satu kota.

Sejak  Ibunya meninggal dua tahun yang lalu, ia menjadi lebih pendiam bahkan perubahan nya terlihat jelas, bagaimana tidak terlihat jelas, ia yang dulunya banyak bicara bahkan terkesan cerewet kini lebih banyak diam. Ia kembali mengenang  peristiwa satu tahun yang lalu.

..FLASHBACK..

Sore itu ia dan Ibunya sedang berjalan-jalan usai berbelanja keperluan dapur, diseberang jalan tampak seorang wanita paruh baya dan beberapa pegawainya sedang melayani pelanggan. Toko itu tampak menjual pakaian dengan harga miring, sepertinya diskon. Ibu yang melihat itu langsung tertarik ia berkata pada Ceysa untuk menunggunya disitu saja agar mereka tak kerepotan membawa keperluan dapur yang banyak, akhirnya ia menunggu ibunya di sebuah kursi panjang sambil memakan roti yang ia beli didalam pasar tadi.

 Orang-orang berlalu lalang, ia tak dapat melihat Ibunya yang berada diseberang jalan, akhirnya ia pun beranjak dari kursi dan berjalan ketepian trotoar meninggalkan belanjaan nya yang berat di kursi yang ia duduki tadi. Saat itu ia melihat Ibunya hendak menyebrang jalan, akhirnya ia memutuskan kembali ketempat duduknya tadi hendak menjaga belanjaan yang ia tinggalkan.

 Sebelum berbalik ia mendengar seperti suara hantaman, setelah menoleh…

Bersambung…

[By : Hanifa Sabila. santriwati kelas 1 jenjang SMP, Pesantren Media]

fiksi kerinduan

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Posting Terkait