Kekonyolan Bersama Zulfa Chan-Part1 #Barakallah!

162 views

Terlalu ngaret untuk dipost. Tapi nggak apa-apa.

 

Jumat, 10 September 2018.

 

Iya, hari ini Zulfa milad. Umurmu berkurang, Zul. Barakallah.

Semoga makin sholehah, itu aja deh. Doa yang lebihnya ntar aja pas sholat.

 

Hari ini hari Jumat, hari libur di PM + hari Milad Zulfa. Jadi, kami putuskan untuk nggak mendekam di PM. Kami, eh maksudnya aku, Zulfa, dan Faziera memilih Botani Square sebagai tujuan kami hari ini. Sekalian mau ke Gramedia. Tujuan awal mereka sih ke Gramedia, tapi, tujuan awalku minta traktir. Sorry, Zul. Bercanda kok, hehe.

 

Kita mulai perjalanan kita pada pukul 11.00, kesiangan banget sebenernya. Tapi ya mau gimana lagi, banyak yang dikerjain di Jumat pagi. Mulai dari kerja bakti dan pengajian bersama Bu Nur, istri Ustadz Oleh. Lanjut ke topic, kami berangkat dari PM ke RSIA naik grab yang ongkosnya lumayan ringan dipikul bertiga. Nah, dari RSIA ke Botani naik angkot 2 kali. Jauh banget, banget, banget. Bener-bener jauh, apalagi kalau ngesot. Hmm maaf garing.

 

Singkat cerita aja, soalnya di perjalanan ya gitu, nggak ada yang menarik. Eh, ada satu kejadian yang konyol banget. Jadi, ini ceritanya lagi di dalam angkot, kira-kira ada 7 penumpang termasuk aku, Zulfa dan Faziera. Pas lagi pada hening, Faziera tiba-tiba teriak sambil hampir melemparkan hp nya. Sontak aku menjauh, takut kalau aja dia kerasukan atau kesambet sesuatu yang naudzubillah. Dalem hati ingin menjelaskan ke ibu-ibu dan teteh-teteh penumpang, bukan temen gue, dia bukan temen gue.

 

Percakapan yang kira-kira begini,

“kenapa Faz?” aku nanya ke Faziera. Seperti biasa, Zulfa cuma nyengir-nyengir doang.

“ini kak, temen aku ngepost status video serem banget di WA.” Yaelahhhh kirain apaan.

Udah, sekian, itu aja kejadian yang konyol dan memalukan.

 

Dan selama perjalanan, Faziera ngeluh mulu, aduh kak aku ngantuk, jauh banget kak, masih jauh nggak? Dan masih banyak keluhan lainnya. Aku juga sebenernya mau mengungkapkan keluhan aku, tapi nggak lucu mengeluh di depan Faziera, adik kelasku. Mungkin lebih baik aku mengeluh di tulisan aja, ya seperti tulisan ini. Semoga para adik kelasku nggak membaca tulisan ini. Kalau kalian baca, yahhh, ya sudah, jadikan ini pelajaran. JANGAN PERNAH MENGELUH. SELALU BERSYUKURJ

 

Jadi ngelantur kemana-mana. Maaf. Maklum, manusia. Hehehe.

diary pesantren media santri

Penulis: 
    author

    Posting Terkait