Kegiatan Menyenangkan di Curug Luhur

510 views

Hari ini adalah hari jum’at yang berbeda dari hari jum’at sebelumnya, walaupun memang tetap libur. Biasanya kan kalo hari jum’at sebelumnya kalo libur itu ada yang pulang kerumahnya, ke toko buku atau ke tempat-tempak rekreasi lainnya. Tapi, jum’at kali ini Ustadz Umar mengajak seluruh santri Pesantren Media ke sebuah tempat rekreasi, yaitu Curug Luhur di Lereng Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Semua santri di wajibkan ikut, kecuali yang sedang sakit dan tidak di izinkan oleh orangtuanya. Ini adalah salah satu dalil dari Al-Quran yang berhubungan dengan gunung.

 “Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” ( Q.S AL-Hasyr [59:21]).

Aku bangun tidur sekitar pukul 4 pagi. Setelah itu aku langsung mandi dan wudhu. Jam 06.30 kami sarapan. Sewaktu lagi sarapan Ustadz Umar memberi arahan. Setelah selesai memberi arahan kami mulai memasuki angkot. Yang akhwat SMP tidak langsung masuk ke angkot karena malu. Malu gara-gara harus satu angkot dengan ikhwan. Karena mobilnya Ustadz Umar dan angkot yang satu laginya sudah menyalakan mesin-mesin mobilnya, itu pertanda kalau sudah mau berangkat, akhirnya yang akhwat SMP buru-buru langsung naik ke angkot.

Kami berangkat dari Pesantren Media tepat pada pukul 7 pagi. Aku dapat tempat duduk di samping pintu angkot. Selama diangkot aku diem aja kaya patung. Ya iyalah gimana aku nggak diem mulu, orang aku satu angkot sama ikhwan. Udah gitu aku itu selama diangkot nahan sakit, karena tangan kiriku kegencet-gencet mulu. Akhirnya, aku selama di perjalanan cuma liat-liat pemandangan. Pemandangan nya indah-indah banget.

 

Kami sampai di Curug Luhur sekitar pukul 8 pagi. Sesampai nya di Curug Luhur aku langsung gabung ke tempat akhwat SMA. Setelah itu yang akhwat pada foto-foto.

Setelah foto-foto yang akhwat dipanggil Ustadz Umar disuruh ngumpul, karena Ustadz Umar mau memberikan arahan tentang selama di Curug Luhur. Setelah memberi arahan kami turun   ke tempat air terjun. Air terjun nya disana ada 3, yaitu 2 air tejun kecil dan 1 air terjun besar.

Inilah foto kami setelah sampai Curug Luhur

Air terjunnya air nya bersih, tidak ada sampah. Banyak bebatuan kecil, sehingga kalau jalan di atas batu sakit banget.

Ini adalah gambar air terjun hasil potretanku

Ini adalah salah satu ayat di surat Al Hijr yang berhubungan dengan air.

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” ( Q.S Al Hijr [15:22])

Di tempat air terjun semua nya pada foto-foto. Setelah itu yang ikhwan pada berenang dan akhwat istirahat dulu didekat kolam renang. Air di kolam renang nya jernih, tapi ada juga yang kotor, ada banyak lumutnya.

Ini adalah salah satu kolam renang yang ada di Curug Luhur

Sementara yang akhwat ada yang istirahat dan ada juga yang melakukan tugas wawancara, seperti yang aku lakukan bersama Teh Novi.

“Assalamualaikum ibu. . boleh saya minta wawancaranya sebentar. . ?” tanyaku sambil tersenyum malu.

“Oh wawancara ya. . boleh-boleh. Tapi tunggu suami saya dulu yah. . “

Mendengar jawaban itu, aku dan Teh Novi langsung saling menatap karena bingung. Saat itu kami berpikir, tujuan kami menghampiri ibu itu, karena kami ingin mewawancarai ibu itu. Bukan untuk mewawancarai suaminya. Sambil tersenyum, aku terkaget saat aku melihat seorang laki-laki masuk ke warung ibu itu. dan ternyata, itu adalah suaminya. Tanpa berpikir panjang, aku langsung menghampiri ibu itu dan meminta ibu itu yang menjadi narasumbernya.

“Ibu. . kalau sama ibu saja bolehkan. Soalnya, kalau sama suami ibu, saya nggak bisa. . “ ucapku sambil tersenyum.

“Memangnya kenapa Mba. . ?” tanya ibu itu bingung.

Dan baru saja aku ingin menjawab, tiba-tiba saja suami dari ibu itu menjawabnya dengan santai.
“Bukan makhrom ya de. . “ balas bapak itu sambil tersneyum dan akupun langsung menundukkan pandanganku karena malu. Tapi meskipun begitu, aku tetap menjalankan wawancaraku bersama ibu itu.

Aku : “Kalau boleh tahu, nama ibu siapa yah. . ?”

Ibu Tina : “Tina. . “

Aku : “Sudah berapa lama ibu berjualan di tempat ini. . ?”

Ibu Tina : “Alhamdulillah, saya sudah 5 tahun berjualan disini. . “

Aku : “ owh. . oiya bu kan sekarang sepi banget yah, biasanya kalau rame itu hari apa saja. . ?”

Ibu Tina : “ biasanya, kalau rame itu dihari sabtu dan minggu, karena pada saat itu, banyak  anak-anak dan remaja yang libur sekolah. . dan setelah saya perhatikan, lebih banyak remaja yang menjadi pengunjung disini, salah satunya yah gitu. . anak-anak pacaran. .
Itulah hasil wawancara dari aku dan Teh Novi. Lalu, sebelum kami menyudahi wawancara ini, Teh Novi meminta Ibu Tina untuk foto dan sambil tersenyum malu, Ibu Tinapun akhirnya mau.

Setelah istirahat sebentar, yang akhwat juga udah pada nggak sabaran ingin segera berenang juga. Setelah nanya ke Ustadzah Lathifah dan Ustadz Umar, kami para akhwat di bolehkan berenang. Pertama yang akhwat berenang di kolam renang dekat tempat isirahat dulu, karena kolam renang yang di bawah ada ikhwannya lagi pada berenang. Pas pertama nyebur kekolam renang awalnya pada kedinginan. Tapi lama-kelamaan yang akhwat pada ketagihan berenang. Setelah yang ikhwan udah pindah ke kolam renang yang lain lagi, terus yang akhwat pindah ke kolam renang yang tadi di ikhwan. Waktu lagi berenang seru banget itu adalah pengalaman yang menyenangkan selama di Pesantren.

Saat udah sekitar jam 9 pagi, kami di perintahkan untuk segera mandi dan ganti baju, kemudian makan. Setelah itu aku segera naik dari kolam renang kemudian berjalan menuju tempat istirahat tadi. Aku langsung mengambil baju ganti dan peralatan mandi. Setelah mandi aku segera menuju ketempat berkumpulnya ikhwan dan akhwat untuk makan siang.

Menu makan siang kali ini adalah Nasi Putih dengan Rendang. Kemudian setelah makan aku mencuci tanganku dengan sabun mandiku.

Setelah makan siang, semua bubar dan mulai mengerjakan tugasnya. Ada yang mewawancari pedagang dan ada juga yang mengerjakan tugas Photography. Aku dan beberapa santri akhwat lainnya mengerjakan tugas Photography sambil foto-foto buat kenang-kenangan.

Setelah selesai, semuanya diperintahkan untuk berkumpul lagi, karena ada pemberitahuan untuk yang ikhwan untuk bersiap-siap mencari masjid terdekat untuk segera sholat Jum’at dan yang akhwat sholat Dzuhur di musholla terdekat.

Selesai pemberitahuan yang ikhwannya dan Ustadz Umar pada berangkat mencari masjid terdekat untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at. Sementara yang akhwat ada yang ngobrol-ngobrol aja, ada yang main ayunan dan ada juga yang bermain putar-putaran seperti permainan yang ada di TK, tapi aku nggak tau namanya. Hehehe…

Waktu aku main ayunan sama Teh Novi, aku tertarik untuk ikutan main yang kusebut ‘puter-puteran’ itu. Akhirnya aku segera ke ’puter-puteran’ itu dan bergabung dengan Teh Ira, Teh Rani, Teh Maila, Fathimah dan Putri. Pertama, puterannya masih pelan, eh lama kelamaan puterannya di puter makin kencang, sehingga membuat kepalaku pusing dan serasa ingin muntah. Setelah puterannya berhenti, aku segera turun dan aku jalannya sempoyongan seperti orang mabok. Awalnya aku menyerah dan nggak akan naik puter-puteran itu lagi, tapi kenyataannya, aku ingin mencoba naik lagi. Akhirnya aku naik puter-puteran itu lagi. Hal yang sama pun terjadi lagi, yaitu kepalaku pusing dan serasa ingin muntah. Dan sekarang aku benar-benar kapok dan tidak ingin naik puter-puteran lagi. Teh Rani muntah-muntah akibat naik puter-puteran itu.

Setelah itu aku dan akhwat yang lainnya disuruh berkumpul untuk membawa barang-barang bawaannya untuk di bawa ke musholla. Kemudian, setelah akhwat semuanya udah pada bawa barang masing-masing pada segera berangkat ke musholla.

Karena udah memasuki waktu Dzuhur, yang akhwat pada sholat dulu. Setelah semuanya sholat, akhwatnya pada ngumpul ngobrol-ngobrol sambil ngemil dan sambil menunggu yang ikhwannya datang.

Kurang lebih sekitar jam 1 siang, ada Ustadz Umar yang memerintahkan untuk yang akhwat untuk segera naik ke mobil, karena akan segera pulang. Setelah semuanya naik ke mobil, mobil pun siap untuk berangkat menuju Pesantren Media. Dan itu pertanda akan dimulainya nahan sakit, karena tangan kiriku kegencet-gencet mulu selama diangkot.

Saat di perjalanan menuju Pesantren Media tiba-tiba mobil yang mengangkut kami semua berhenti dipinggir jalan. Ustadz Umar turun dari mobilnya untuk menuju sebuah rumah. Setelah kutanya ke Taqi ini kenapa berhenti mobilnya, ternyata sekarang kami sedang berhenti di depan sebuah rumah yang tadi pas ikhwannya mau sholat Jum’at, mobilnya Ustadz Umar terperosok ke sebuah jalan setapak menuju jurang. Iiihh seram.. L. Setelah Ustadz Umar kembali kemobilnya lagi, mobilnya pun berangkat lagi.

Selama di perjalanan aku tidur karena cape dan ngantuk. Saat tidur kepalaku kejedot melulu jendela mobil mulu.

Karena selama di perjalanan aku banyak tidurnya, tak terasa akhirnya sampai juga di Pesantren Media. Sesampainya di Pesantren aku segera kekamar dan kemudian istirahat.[Cylpa Nur Fitriani, santriwati angkatan pertama, jenjang SMP di Pesantren Media]

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari tugas menulis reportase di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

curug luhur menulis reportase

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait