“Innocence of Muslims”

394 views

Liputan Khusus Diskusi Aktual Pesantren Media, Rabu, 19 September 2012

Film “Innocence of Muslims” :

Memanaskah Semangat Juang Umat Islam Seluruh Dunia

 

Hari/Tanggal : Rabu, 19 September 2012

Pukul               : 16.00 WIB (BA’DA ASHAR)

Tempat           : PonPes Media Bogor ( PonPesMedBog)

Narasumber  : Ustdz. Ir. Umar Abdullah

Editor              : Ustdz. Oleh Solihin

Kegiatan         : Bedah Film INNONCENCE OF MOSLEMS

Notulen          : Jacinda A. Woyla

Peserta          : Santriwan/santriwati Pesantren Media Bogor.

 

Setelah tim menerjemahkan dan memberi subtitle di film Innonce Of Muslims, PonPes MedBog membedah film tersebut untuk mengungkap fakta sebenarnya dibalik film yang memicu kemarahan yang luar biasa di Benghazi, Libya, dan hampir diseluruh umat muslim di dunia mengecam pembuatan film ini. Bahkan di Afghanistan, korban yang tewas terbanyak hingga 12 jiwa. Hingga Jumat, 21 September 2012, tak kurang dari 3.000 warga Iraq berunjuk rasa di Kota Basra. Di ibu kota Sri Lanka sedikitnya 2.000 orang berunjuk rasa di depan gedung Kedutaan Besar AS. Sekitar 2.000 warga Bangladesh juga  berunjuk rasa menentang keras peredaran cuplikan film Innoncence of Muslims yang menyulut amarah muslim di seluruh dunia. Kita juga menyayangkan pemuatan karikatur Nabi SAW di majalah di Perancis. Di India, pemerintah menutup Kedutaan AS.

Menurut Ketua Lembaga Penelitian Pengkajian Islam (LIPPI), Amin Djamaluddin mengatakan bahwa, film ini di picu karena adanya pertumbuhan umat Islam hingga mencapai 247 persen per tahun. Bahkan di Amerika dan Eropa, islam menjadi agama dengan jumlah penganut terbanyak kedua. Ada ketakutan umat islam  akan semakin banyak di dunia. Oleh karena itu muncul intimidasi.Selain itu persaingan sumber daya alam juga dimiliki oleh umat muslim, sepertiganya berada di berpendudukan muslim terbesar seperti di timur tengah. Bahkan dalam Al-Quran sekalipun hal seperti ini teah di jelaskan. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW ada saja orang yang melakukan penistaan terhadap agama. Seperti menuduh nabi sebagai tukang sihir atau orang gila. Namun, menurutnya, umat islam jangan merasa kaget, karena hal tersebut tidak aka berhenti hingga hari kiamat. (radar_bogor)

Setelah peserta menyimak semua isi dari film tersebut, Ustadz Ir. Umar Abdullah selaku narasumber dan pemimpin PonPes MedBog, menjelaskan semua isi dan maksud pembuatan film controversial tersebut.

“Ini semua fitnah, dan olok-olok, menghina istri-istri Nabi, yang lebih parah Nabi dibilang tidak yang di ketahui ayahnya ‘unknow father’, atau anak haram. Dan di dalam dialognya jelas-jelas menghujat pemerintahan Mesir, dan menghujat malaikat jibril sebagai ‘devil’ iblis yang menemui Nabi dan nabi seolah mengggigil ketakutan dan bersembunyi di antara kedua paha Khadijah. Ini pengolokan yang nyata! Padahal kita tahu sendiri bahwa dalam sirah Nabawiyah tidak seperti itu.” Jelas beliau panjang lebar.

Dan dalam dialog lainnya, Khadijah meminta tolong pada Waraqah bin Nouval agar supaya membuatkan satu kitab baru , seolah-olah al-Quran buatan Waraqah perpaduan antara taurat dan injil.

Di sesi diskusi aktual ini seperti biasa para peserta memberikan pertanyaan serta komentar. Diantaranya adalah :

 

  1. NOVIA : SEBERAPA BESAR PENGARUH FILM KONTROVERSIAL INI TERHADAP DAKWAH ISLAM?

JAWAB : bisa sangat besar karena umat muslim di seluruh dunia sekarang lagi berlomba-lomba untuk menyampaikan sirah Nabawiyah yang sebenarnya, bahkan di Yaman ada pembagian buku sirah Nabawiyah secara gratis—ustdz O.Solihin) lalu ditambah komentar dari Dini “bisa jadi dengan adanya film controversial ini, orang yang memiliki pemikiran kritis, ingin mencari tahu fakta yang sebenarnya dari film tersebut. Dan dengan hidayah Allah bisa jadi mereka menerima agama Islam dan mengucapkan kalimah syahadah.”

  1.  YASIN : BERAPA BIAYA PEMBUATAN FILM INI, SIAPA SUTRADARANYA ?

JAWAB :  5 juta dollar AS, atau 50 miliar rupiah. Sutradaranya : Alan Robert, Manajer Produksi : Sam Bacile – diketahui beragama Kristen koptik, Mesir.

  1. FARID : ADA SEORANG MUSLIM YANG SUDAH MENONTON DAN  TIDAK MARAH BAGAIMANA SEHARUSNYA BERSIKAP ?

JAWAB :  Perlu ditanyakan keimanan orang itu. Seharusnya kita sebagai umat muslim yang mengaku beriman pada Allah SWT dan RasulNya, harus bertindak keras dong, terhadap pelecehan yang terang-terangan yang dilakukan oleh mereka yang membenci Islam. Bahkan dalam sebuah surat dalam al-Qur’an  Allah melaknati orang yang memfitnah Rasulullah ( QS : 111, 30)

  1. HAWARI : -APAKAH DENGAN ADANYA FILM INI MENJADI AWAL UNTUK BERSATUNYA      KEMBALI UMAT MUSLIM DI SELURUH DUNIA ? BAGAIMANA DENGAN PERNYATAAN BAHWA SEORANG USTADZ MENYATAKAN BAHWA TAK PERLU MARAH KARENA DI DALAM AL QURAN TIDAK ADA DISEBUTKAN UNTUK MEMERANGI ORANG YANG MENGHINA NABI. LALU BAGAIMANA TINDAKAN KITA ? HAWARI JUGA MENGOMENTARI MASALAH PENDUBBINGAN ATAU SULI SUARA YANG DI BEBERAPA ADEGAN TIDAK COCOK DENGAN KATA ‘MUHAMMAD’.

JAWAB :  mengenai komentar hawari mengenai pendubbingan, yang didubbing ada kata Muhammad—gerakan mulutnya seperti mengatatakan nama ‘JORCE’ .

Mengenai ustadz yang melarang marah terhadap film ini, baca dan pahami surah AL-LAHAB, bahwa Allah mengutuk orang tukan fitnah. Dari Hadist, ada wanita yahudi mengolok-ngolok, dan langsung di cekik hingga mati—riwayat Ali bin Abi Thalib. Lalu ada riwayat lain ada seorang istri sahabat nabi yang mengolok, sudah diingatkan namun masih tetap juga melanggar lalu dikampak perutnya. Esoknya ia melapor ke nabi dan mendiamkannya saja . Jawaban untuk pertanyaan apakah film ini menjadi awal bersatunya kembali umat muslim di seluruh dunia ? biasa iya bisa tidak, bersatunya bisa karena sama-sama marah. Namun ada perpecahan pendapat bahwa ada yang tidak menanggapi film ini. Bahkan ada seorang ustadz yang bilang santai saja.

 

  1. FATIMAH : SUTRADARA DAN PEMAIN FILM YANG TERLIBAT SEKARANG LAGI BERBUAT APA ? ATAU ADA DI TINDAK APA?

JAWAB : Di AS dan Eropa tidak ada undang-undang mengenai penodaan agama. Hal itu membuat mereka semakin berani dalam melakukan penistaan terhadap agama Islam. Justru yang seharusnya bertindak adalah pemimpin-pemimpin negara Islam kalau perlu buru sutradara dan pemain atau siapa sajalah yang terlibat dalam film dan pembuatan karikatur tersebut.

Dalam sebuah situs ATJEH CYBER WARRIOR, notulen mendapatkan informasi bahwa presiden Iran akan memburu kepalanya sutradara dan produser film kontroversial tersebut. (Wallahu Alam)

Begitulah isi dan hasil dari diskusi actual mengenai film penghinaan nabi dan umat muslim. []

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari tugas menulis repotase

diskusi innocence of muslims media pesantren santri

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait