Ini Prestasiku. Mana Prestasimu?

700 views

Setiap orang pasti memiliki prestasi dalam hidupnya. Prestasi itu tak hanya dalam nilai akademik semata. Atau berhasil menjadi profesor, psikolog atau lainnya. Suatu perbuatan yang anda lakukan dan hal itu belum tentu orang lain bisa melakukannya, maka itu juga merupakan prestasi. Seperti prestasiku berikut ini.

Ya, saat menuliskannya, aku senyum-senyum sendiri. Asik juga ternyata mengenang apa yang sudah dilakukan di masa lalu dan saat ini. Aku tak akan melupakan itu semua kecuali jika Allah Swt telah mengambil ingatanku. Oya, tulisan ini juga merupakan tugas di kelas Public Speaking yang aku ikuti di Pesantren Media. Tujuan tugas ini adalah mengetahui, memahami dan menggali potensi diri kita. Semoga bermanfaat. Selamat membaca!

  1. Membantu adik mengerjakan PR
  2. Menggantikan Ibu masak menu makan untuk sore hari. (Sayur asem, tumis pepaya muda, goreng ikan, dll)
  3. Menanak nasi dengan cara tradisional alias menggunakan tungku.
  4. Memanaskan air sampai mendidih di tungku.
  5. Membuat sambal dengan rasa pas menurut selera keluargaku. Bisa sambal terasi, sambal ijo, sambal kacang, dll.
  6. Mengulek kacang sampe lembut untuk dibuat sambal.
  7. Mencuci beras memakai boboko. Ada teknik khusus. Tidak sembarangan mencucinya tetapi harus diaduk, diputar dan disiram dengan air. Bisa 2-3 kali.
  8. Membuat makanan tradisional kembang goyang yang pembuatannya menggunakan cetakan khusus berbentuk bunga.
  9. Membuat kue khas lebaran yang disukai keluarga yaitu biji ketapang, berbagai macam keripik seperti keripik singkong atau talas yang berbeda rasa. Ada rasa original, sedang, manis dan balado.
  10. Membuat ketupat. Caranya diajarkan oleh kakak dan adik. Mulai dari merangkai daun kelapa muda berbentuk segi empat sampai mengisi dengan beras dan merebusnya hingga menjadi ketupat yang siap dimakan. Oya, perlu keahlian dan keterampilan dalam merangkainya. Penempatan daun di tangan juga harus benar.
  11. Membuat rujak yang enak (versi aku)
  12. Bisa memanjat pohon mangga, melinjo, jambu, dll. (Dulu)
  13. Menghitung menggunakan lidi dengan cepat.
  14. Bermain congklak sampe lawan saya kalah berulang kali.
  15. Mencari rumput untuk makan si Pim-pim dan Pom-Pom.(Kelinci aku). Nyarinya nggak gampang. Harus nyari tempat yang banyak rumputnya. Biasanya hal ini saya lakukan kalau Ibu nggak beli sayuran.
  16. Berimajinasi di tembok. Sampai tembok rumah penuh dengan coretan dan gambaran saya dan adik.
  17. Menjahit baju dengan jarum dan benang menggunakan tangan.
  18. Mengajari adik dan keponakan mengaji.
  19. Berhasil menjawab soal pelajaran di sekolah dengan baik.
  20. Menghafal teks pidato selama 1-2 hari tiap malam sebelum tidur.
  21. Menjadi salah satu yang bisa menggambar dengan bagus waktu SD.
  22. Menggantikan guru dalam pelajaran bahasa inggris waktu kelas 3 SD. Saat itu aku mengenalkan alat-alat transportai berbentuk gambar kepada teman sekelas.
  23. Memakaikan kerudung dengan rapi kepada adik, Ibu dan keponakan.
  24. Menjadi penasehat untuk teman-teman. Waktu SMP misalnya teman-teman selalu meminta pendapat tentang suatu masalah.
  25. Memberikan barang yang sangat disukai kepada adik.
  26.  Membuat mainan dari bambu dan kayu untuk keponakan.
  27. Belajar berenang.
  28. Masuk ke dalam kelas khusus silat tingkat lanjut waktu SD.
  29. Mengalahkan laki-laki bermain galasin waktu SD.
  30. Bisa pergi ke Gunung Tangkuban Perahu dan menghirup bau belerang.
  31. Membuat mainan pistol-pistolan dari pelepah daun pisang.
  32. Bisa mengikuti lomba pidato dan olimpiade matematika.
  33. Memjadi juara 1 dan 2 dalam lomba pidato.
  34. Menjadi salah satu MC terbaik dan diminati waktu di SMP.
  35. Membuat yogurt waktu SMP.
  36. Menjadi juara kelas.
  37. Menjadi anggota Paskibra waktu SMP. Walaupun dalam latihannya perlu perjuangan sampe panas-panasan.
  38. Bermain drama waktu ujian akhir SMP.
  39. Membantu kakak dalam medesain sesuatu.
  40. Mengajarkan ilmu agama kepada orang lain terutama kepada keluarga.
  41. Membantu Ibu memilih belanjaan.
  42. Menggantikan tugas kakak membersihkan rumah.
  43. Memayungi Ibu yang kehujanan karena pulang dari pasarnya kesorean. 
  44. Mewarnai suatu gambar dengan rapi.
  45. Menjadi petugas dalam kebersihan kelas. Sering ngomel kalo nggak ada yang piket.
  46. Menjadi teman bermain untuk keponakan kecilku.
  47. Memanjat genteng rumah.
  48. Berhasil membuat karya dalam bentuk tulisan, audio, visual.
  49. Bisa membuat keponakan senang karena mengambilkan buah ceri di depan rumah. Hal itu karena keponakanku nggak bisa manjat.
  50. Menghafal Al-Quran.
  51. Lulus pelajaran. Yang paling membuatku senang lulus pelajaran tahsin.
  52. Memiliki teman yang berbeda-beda daerah asalnya.
  53. Senang memiliki sahabat yang peduli, luas ilmunya, satu keyakinan dan perasaan. 
  54. Menjadi tempat curhatan teman terutama waktu SMP.
  55. Mengikuti Mukhtamar Khilafah 2 Juni 2013 kemarin.
  56. Bisa menjadi presenter dan narasumber waktu siaran di radio Kisi 93,4 fm. kalau di 106 Mars FM Bogor dan Voice of Islam jadi presenternya.
  57. Mendapat penghasilan sendiri untuk yang pertama kalinya waktu bulan ramadhan tahun 2012. yaitu jadi narasumber di Kisi 93,4 fm.
  58. Membuat senang keluarga karena masuk ke Pesantren Media.
  59. Menjadi Dokcil waktu SD dalam acara pameran skala nasional yang dihadiri oleh petinggi negara.
  60. Mengajari teman membaca Al-Qur’an.
  61. Menjadi juara menari waktu kelas 3 SD.
  62. Bisa mengetik paling cepat waktu kursus computer waktu kelas 4 SD. Tapi karena belajarnya cuma beberapa kali dan jarang dipraktekkan jadinya sekarang ngetiknya nggak kayak dulu.
  63. Menjadi pembicara atau menyampaikan kajian setelah kegiatan Sholat Duha Bersama di SMP.
  64. Membuat tape yang enak rasanya. Ini menurut aku dan teman-teman SD.
  65. Menghadiri IBF di Senayan dan di Masjid Raya.
  66. Senang selalu diajak dan bisa ikut dalam kajian-kajian Islam.
  67. Ikut buka bersama di Masjid Raya waktu SMP.
  68. Dulu, aku berani dan selalu PD kalau maju ke depan.
  69. Dibolehin Ibu main hujan-hujanan bersama adik.
  70. Membuat origami girl.
  71. Bisa menganggkat gallon.
  72. Membersihkan kandang si Pim-Pim dan Pom-pom.
  73. Diamanahin buat nyiapin menu sarapan atau sahur di Pesantren.
  74. Menimba air dari sumur.
  75. Punya guru-guru yang sangat ahli baik di Ilmu Islam atau pun alat media.
  76. Menjadi bintang tamu bersama sanggar Al-Hambra di acara BNR “Muhammad Nu Aink”, di Kopi Ijo, dan di Parung pada “olimpiade matematika”.
  77.  Membuat emping.
  78. Diizinkan tinggal di rumah Ust. Rahmat dan Ustdz. Wita
  79. Berhasil menyucikan jaket kakak tanpa masuk ke kamar mandi. Jadi nyucinya nggak di kamar mandi. Kata kakak, karena di jaketnya ada lafadz Allah dan ayat Al-Quran.
  80. Dijadikan teman yang asyik saat belanja sama kakak.
  81. Membuat rumah untuk ikan peliharaan.
  82. Membuat hiasan bunga dan bingkai foto dari sedotan. Dulu, setiap lebaran. Caranya nggak gampang. Harus sabar menyisir sedotannya pake sisir agar bentuknya seperti daun.
  83. Membantu Ayah menangkap buah alpukat atau rambutan di halaman rumah. Ayah yang manjatnya.
  84. Bertemu dengan teman lama yang udah lama nggak ketemu.
  85. Menemani kakak kelas masuk kamar mandi waktu acara buka bersama di sekolah. Kakak kelasnya takut.
  86. Mengisi kajian di Masjid Nurul Iman.
  87. Bisa berguru dengan Ustadz Abdurrahman Al Baghdadi.
  88. Membantu Ibu menyiapkan makan sahur.
  89. Menjadi juara dalam lomba joget balon waktu kecil.
  90. Bertemu tokoh-tokoh Islam dunia dalam acara MK.
  91. Diajak menginap di rumah Teh Yuni.
  92. Senang menghadiri acara pernikahan guru halqoh yaitu Teh Iin.
  93. Membuat makanan untuk si Iteung, kucing kesayangan keluargaku. Karena kucing itu manja. Kalo makan pengennya sama ikan terus. Tapi aku sama keluarga menyiasati ikannya pake nasi, kadang dikasih gorengan. Akhirnya mau juga.
  94. Mandiin si Ilham, keponakanku.
  95. Berhasil ngetes keponakan. Misalnya pelajaran yang diajarkan di sekolahnya. Kayak baca surat-surat pendek, do’a, menghitung, menulis, dll. Biasanya keponakanku agak susah kalo disuruh kayak gitu. Alasannya mau pergi main.
  96. Membuat wayang golek dari daun pisang.
  97. Membuat dan menaiki sepeda dari batang singkong.
  98. Menyaksikan dan mencicipi rasanya hujan es batu. Bogor memang beberapa kali pernah dihujani dengan es batu yang berukuran kecil-kecil.
  99. Membuat kursi-kursian dari kertas.

Nah, itu tadi kawan prestasi yang pernah aku raih. Hehe. Sebenarnya belum semua yang aku tuliskan. Namun ini sebagai contoh untuk kawan semua. Cobalah tuliskan prestasi anda. Aku yakin, kalian pasti bangga ketika sudah mengetahuinya. HAMASAH! ^^

[Siti Muhaira, santriwati kelas 2 jenjang SMA, Pesantren Media]

potensi diri prestasi

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Posting Terkait