Loading

Indonesia. Yap, negeri khatulistiwa dengan ribuan pulau dan pantai yang indah. Walaupun nggak semuanya sih. Banyak juga pantai yang awalnya indah eh makin indah. Coba lihat, sampah berserakan di sepanjang bibir pantai. Wah, kalo ini sih bukan indah namanya. By the way, udah pada update berita belum? Berita apa yang lagi rame di negeri kita ini? Bener banget. Beberapa minggu terakhir KPK dan Polri lagi kisruh. Belum lagi banjir di beberapa daerah. Nggak aneh sih. Tiap tahun kan emang begitu. Parahnya, sampe sekarang belum juga berhasil diatasi. Padahal pemimpin negeri udah gonta-ganti.

Eh, tahu nggak? Negeri kita lagi dihebohkan oleh peredaran buku yang berjudul ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’. Itu loh buku yang ditulis Toge Aprilianto. Kamu yang pengen punya pacar, lagi nyari pacar atau malah udah punya pacar, jangan senyum-senyum gitu deh dengan kehadiran buku itu. Kabarnya, buku itu dapat reaksi keras loh dari masyarakat. Why? Ya iyalah, abis tuh buku isinya menyuruh dan membenarkan remaja berhubungan seks dengan pacarnya.

buku saatnya aku belajar pcaran

Wajar kalo pacar ngajakin berhubungan seks. Kalo pacar minta seks, ya turutin aja kemauannya itu. Yang penting, masing-masing siap ngelakuin hubungan seks.

Kurang lebih itu yang dibilang si penulis. Parah banget kan? Seruan ke arah seks bebas alias perzinaan makin banyak. Malah terang-terangan lagi kayak buku tadi. 18 April 2012 PT.Elexmedia Komputindo nerbitin buku ‘Why? Puberty’ yang ditulis Jeon Ji-eun asal Korea Selatan. Ada pesan kampanye dan pembenaran gaya hidup lesbian, gay, biseksual dan transjender (LGBT) di dalamnya. Udah beredar dan ternyata banyak diprotes. So, bulan Agustus 2014 si penerbit narik buku itu dari peredaran.

Wait? Baru ditarik setelah dua tahun lebih beredar? Udah berapa ribu eksemplar yang terjual dan dibaca orang? Berarti kalo nggak diprotes bukunya akan terus beredar dong. Buku karya Toge Aprilianto tadi terbitnya tahun 2011. Berapa banyak remaja yang udah baca coba? Asli, parah!

Seruan ke arah pacaran juga pernah nampang di dalam buku pelajaran sekolah dengan tema ‘Pacaran sehat’. Nggak cuma lewat media cetak. Di berbagai media lain juga sama. Sinetron remaja di TV, internet dll. Seruan ke arah perzinaan juga ada dalam program pekan kondom. Januari-Februari 2013, penjualan coklat berhadiah kondom di minimarket dan mall laku banget. Tahun 2014 kemarin muncul deh ide pekan kondom yang membagikan kondom gratis. Tentu aja dong targetnya remaja alias yang belum nikah.

Bencana Akibat Zina

Seks bebas emang udah banyak terjadi di negeri ini. Pada 10 Agustus 2014, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Dr. Julianto Witjaksono SpOG, KFER, MGO bilang, 46% remaja usia 15-19 tahun yang belum nikah udah berhubungan seks. (Tribunnews.com, 10/8/2014)

So, banyak yang hamil di luar nikah. Dalam data BKKBN ada 20,9% remaja di Indonesia hamil dan melahirkan. (Okezone.com, 13/2/2013) Belum lagi yang aborsi. Seksolog en androlog Prof. Dr. Wimpie Pangkahila (18/2/2012) bilang, kasus aborsi diperkirakan 2,5 juta pertahun. Kasusnya tersebar dan merata di perkotaan maupun pedesaan. (Suaramerdeka.com, 18/4/2012) Sekitar 30% atau 800 ribu dilakuin oleh remaja. Itu yang berhasil didata. Lah yang belum? Pasti deh lebih banyak lagi. Malah nggak sedikit loh aborsi itu dilakuin sendiri alias dengan mengonsumsi obat aborsi.

Pelaku seks bebas bisa terkena penyakit HIV/AIDS. Seks bebas yang marak bikin penderita HIV/AIDS meningkat. Laporan Joint of United Nations programme tahun 2013, penderita HIV/AIDS di Indonesia meningkat 50% dari tahun 2008-2013. Sebagian besar penularannya lewat seks.

Surat Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), D.r H.M. Subuh tertanggal 17 Oktober 2014, berdasarkan data Sistem Informasi HIV/AIDS dan IMS (SIHA), HIV/AIDS tersebar di 381 (76%) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia.

Sejak 1 Januari 1987 secara komulatif jumlah infeksi HIV yang dilaporkan sampe bulan September 2014 adalah 150.296. Jumlah komulatif AIDS sebanyak 55.799 orang. So, total jumlah HIV/AIDS sampe September 2014 mencapai 206.095 kasus. Persentase komulatif kasus AIDS tertinggi pada usia 20-29tahun (32,9%). Next, umur  30-39 tahun (28,5%), 40-49 tahun (10,7%), 50-59 tahun (3,4%) dan 15-19 tahun (3,1%).

Biasanya, orang dideteksi positif AIDS setelah 5-10 tahun sejak pertama kali tertular virus HIV. So, penularan HIV paling banyak terjadi saat penderita berusia remaja sampe 30 tahun. Sebagian besar lewat seks.

Gimana, pusing lihat angka-angka itu? Duh, tangan penulis aja sampe pegel waktu ngetik. Hehe. But, itulah yang harus kita tahu. Hamil di luar nikah, aborsi dan penyakit HIV/AIDS adalah bencana akibat seks bebas atau zina. Belum lagi bencana lain kayak ancaman terhadap generasi, rusaknya keluarga, rasa khawatir masyarakat atas penyebaran penyakit itu dll. Miris kan?

Rasul Saw bersabda:

“Jika zina dan riba telah marak si suatu negeri maka sungguh mereka telah menghalalkan sendiri azab Allah. “ (HR. al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani)

Nah lo, Rasul aja udah peringatin bahaya dari zina. Anehnya, seruan-seruan ke arah zina makin marak. Kalo dibiarin terus, sama aja ngebiarin azab datang ke negeri ini. Emang sih banyak pihak sepakat kasus-kasus tadi kudu dihentikan. But, apa solusi mereka? Solusi yang berdasarkan ide kebebasan dan ide hak reproduksi. Yang akhirnya bikin orang mandang kalo aktivitas seksual itu hak yang nggak bisa dilarang. Selama dilakuin dengan kemauan, kesadaran sendiri en nggak ada paksaan. Seks bebas nggak bisa disalahin. Termasuk yang di luar nikah. Akhirnya, muncul solusi kayak ‘Pacaran Sehat’, Pekan Kondom Nasional, setia pada pasangan dll.

Namanya juga hukum di negeri ini. Yang mandang kalo zina itu bukan tindakan kriminal yang bisa diperkarakan. Asal dilakuin suka sama suka, tanpa paksaan dan nggak ada yang ngaduin. Program dan solusi tadi udah dijalankan. But, kasus zina masih aja terjadi. Bencana-bencana tadi juga nggak akan bisa berhenti. Apalagi dengan solusi tadi. So, apa solusinya?

Just With Islam

Islam. Yap, Islam mandang seks bebas di luar nikah (zina) adalah maksiat dan kriminal. Udah mah bahaya, mengancam masyarakat dan hukumnya haram lagi. Firman Allah Swt:

“Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’ :[17]: 32)

Maksudnya nggak boleh mendekati zina adalah termasuk semua yang bisa mendorong, mengarah dan menyeru ke arah perzinaan. So, media-media yang mengandung unsur pornoaksi dan pornografi kudu dimusnahkan. Baik tulisan, film, musik dll. Masyarakat harus dijauhin dari hal itu. Negara harus menanamkan dan memupuk keimanan dan ketaqwaan pada diri masyarakat sejak dini. Ngajarin tata pergaulan dalam Islam.

Nah, kalo pezina harus ditindak tegas. Firman Allah Swt:

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nuur [24]: 2)

So, ada 2 kategori:

  1. Pezina ghayr muhshan (belum nikah) dicambuk 100 kali
  2. Pezina muhshan (udah nikah) dirajam sampe mati.

Hukuman tadi tentu aja harus disaksikan oleh masyarakat. Orang yang propagandain kebebasan seks juga ditindak tegas biar jera. Akhirnya orang takut berzina atau menyeru hal-hal yang mengarah ke sana. Tentu aja semua ini nggak akan terjadi kalo negeri ini masih pake sistem yang salah. Hanya Islam yang bisa mengatasinya. So, tinggal kitanya mau atau nggak? Mau berjuang untuk Islam atau nggak? Saatnya kamu memilih!

[Siti Muhaira, santriwati kelas 3 jenjang SMA, Pesantren Media]

By Siti Muhaira

Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *