Loading

start-finish-linePernah menonton film 3 Idiots yang dibintangi Aamir Khan dan disutradarai oleh Rajkumar Hirani? Film drama komedi yang dirilis pada 2009 silam itu bagi saya amat berkesan, khususnya tentang kritiknya terhadap dunia pendidikan dan juga dialog-dialog cerdas dalam film tersebut. Satu hal yang ada hubungannya dengan judul tulisan saya adalah perkataan Profesor Viru “Virus” Sahasrabuddhe. Dalam satu adegan itu dikisahkan bahwa sang profesor memberikan penjelasan (atau sebenarnya sedang menakut-nakuti?) kepada para mahasiswa baru, “Ingat, Hidup ini perlombaan! Jika kau tidak cepat, seseorang akan mengalahkanmu dan melaju kencang meninggalkanmu.”

Perkataan sang profesor, yang tak lain adalah juga ayah dari incerannya Ranchhoddas “Rancho” Shamaldas Chhanchad/Phunsukh Wangdu/Chhote (diperankan Aamir Khan), yakni Pia Sahasrabuddhe (diperankan Kareena Kapoor), juga dijadikan bahan candaan Rancho saat berdialog singkat dengan Pia, “Ibumu pasti sangat cantik?” Dijawab oleh Pia, “Iya, bagaimana kau tahu?” Lalu Rancho menjawab, “Kau perhatikan ayahmu?” (sambil memeragakan mimik muka dan gaya sang profesor) lalu mengatakan, “Hidup adalah perlombaan. Jika kau tidak cepat. Kau akan menjadi telur pecah burung Cuckoo.”

Ya, hidup memang perlombaan. Tetapi sebagai seorang muslim, kita harus mendefinisikan perlombaan itu sebagai upaya meraih tiket ke surgaNya di akhirat kelak. Fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Allah Swt. befirman: “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS al-Baqarah [2]: 148)

Dari ayat ini kita bisa memahami bahwa hidup di dunia ini memang perlombaan, tetapi tentu ada aturan mainnya. Sebagai muslim, perilaku yang sesuai dalam ayat ini adalah: berkompetisi dalam kebaikan, menjauhi semua larangan Allah Ta’ala, giat beribadah, dan berhati-hati dalam bertindak (sebab, sekecil apa pun yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. kelak).

Yuk, kita berlomba dalam kebaikan untuk menggapai ridho Allah Swt., mengumpulkan sebanyak mungkin amal shalih (termasuk ibadah di dalamnya) untuk mengharap rahmat Allah Swt, senantiasa berdoa mohon ampun atas segala dosa dan salah, juga berupaya keras agar tidak terjerumus ke dalam perilaku maksiat.

Benar, hidup ini memang perlombaan. Tetapi berlomba untuk menggapai rahmat dan ampunan Allah Swt agar kelak kita bisa meraih surgaNya. Insya Allah.

Salam,
O. Solihin
Instruktur Kelas Menulis di Pesantren MEDIA

*gambar dari sini

By osolihin

O. Solihin adalah Guru Mapel Menulis Dasar, Pengenalan Blog dan Website, Penulisan Skenario, serta Problem Anak Muda di Pesantren Media | Menulis beberapa buku remaja | Narasumber Program Voice of Islam | Blog pribadi: www.osolihin.net | Twitter: @osolihin | Instagram: @osolihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *