Hari Yang Cerah Bersama Kawan-Kawan

323 views

Pada tanggal 16, Mei, 2014. AKu terbangun dari tempat tidurku sekitar pukul 04:00. Aku berdiam sejenak melepas pusing sesudah tidur dan Aku berfikir ‘Apa yang akan Aku lakukan di hari libur’, lalu Aku lipat tempat tidurku dan selimutku. Aku mengambil handuk yang berada di tempat jemuran Rumah Media. Aku berjalan menuju kamar mandi sambil menaruh handuk di bahu kananku. Aku memasukkan kaki kiriku kedalam kamar mandi itu dengan menginjak air pagi yang sangat dingin. Aku mandi pagi dengan air yang super dingin menusuk seluruh badanku.

Beberapa menit kemudian AKu keluar dari kamar mandi yang dengan badan yang sangat harum. Aku mengambil baju yang ada di lemariku lalu Aku pakai baju itu. Setelah Aku mengganti baju, Aku menjemur handukku di tempat jemuran Rumah Media. AKu mengambil air Wudhu dari keran yang mengalir di tanganku. Aku mengambil air wudhu dari tangan hingga kaki, Aku lakukan itu dengan berurutan.

AKu berjalan menuju kamarku sambil melihat jam dinding yang berada di ruang depan. Jam itu menunjukkan pukul 04:20. Masih ada waktu untuk melaksanakan sholat Tahajjud dan witir. AKu melaksanakan sholat dengan khusu karena semua masih pada tidur kecuali Om Bayu. Om Bayu adalah orang yang selalu membangunkan Aku pertama, disaat semua santri masih tidur nyeyak sambil mengeluarkan cairan dari mulutnya membuat danau yang sangat bau. Om Bayu tidak hanya membangunkan Aku saja tapi, membangunkan semua santri yang ada di Rumah Media ini.

Yang selalu bangun saat adzan subuh adalah Ka Rizki dan Ka Umar, padahal sudah di bangunkan dari tadi tapi, selalu tidur lagi. Jadi Aku dan yang lain harus sabar untuk menghadapi mereka berdua. Beberapa menit kemudian Suara oyok membuat kami semua yang berada di Rumah Media terpaut untuk melaksanakan sholat subuh berjama’ah di Masjid Nurul Iman.

AKu mengambil peci yang tergeletak di bawah mejaku dengan rasa bangga memakai peci itu. Aku berjalan menuju Masjid sambil menghirup udara segar di pagi hari yang cerah ini. Pagi itu udara sangat dingin menusuk badanku seakan-akan Aku berada di Kutub Utara. Tapi, Aku tak patah semangat untuk sholat berjama’ah di masjid.

OoO

Sholat subuhpun usai, Aku langsung bergegas menuju Rumah Media untuk membereskan kamarku yang sudah seperti kapal pecah. AKu mengambil sapu yang berada di teras Rumah Media, lalu Aku menuju kamarku untuk membereskannya. Aku membereskan kamar itu di bantu dengan Om Bayu tapi, lin dengan kedua temanku yang sibuk sendiri dengan urusan masing-masing. Aku membereskan sampah dari yang kecil hingga besar, itu Aku lakukan demi kebaikan kamar Kita.

Tak terasa Aku membereskan kamar hingga pukul 06:15. Saat Aku melihat jam itu Aku malah tergesa-gesa karena perut Aku satu-satunya sudah memanggil. AKu bergegas untuk membereskan kamarku terlebih dahulu setelah itu baru mengisi perut yang kondisinya sudah koma. pagi itu sangat cerah, matahari menyinari dunia dengan terang, udara pagi yang segar membuat hatiku tenang. Banyak kendaraan yang berlalu lalang beraktivitas seperti biasa, bangun pagi, mandi, sholat tahajjud, makan pagi, dan berangkat kerja/sekolah.

Tak terasa Aku membanyangkan Pesantren media terkenal di seluruh penjuru dunia. AKu sampai di Pesantren Media, Aku langsung mengambil piring dan sendok yang berada di meja makan. Menu saat itu adalah nasi goreng yang penuh kecap di setiap butiran nasi. Aku memakan makan itu dengan perut yang menjerit-jerit meminta makan.

Jam tanganku menunjuk pukul 06:45, AKu harus buru-buru untuk berangkat untuk menemui sahabat-sahabatku waktu SD yang sudah menunggu di dekat-dekat Tugu Kujang. AKu bergegas berjalan menuju jalan raya dengan semangat. Aku sampai di pinggir jalan, AKu menunggu angkot yang akan membawaku ke tempat tujuan. Beberapa menit kemudian AKu melihat angkot jurusan Berenang siang – Bubulak. Aku langsung saja memberhentikan angkot itu dengan tidak penasaran lagi ingin bertemu dengan sahabat-sahabatku. Aku duduk di depan sebelah supir. Aku membaca buku untuk menambah wawasan.

[M. Qois Abdul Qowiy, santri jenjang SMP, Pesantren Media]

future hari-hari

Penulis: 
author
Farid Abdurrahman, santri angkatan ke-1 jenjang SMA (2011) | Blog pribadi: http://faridmedia.blogspot.com | Alumni Pesantren MEDIA, asal Sumenep, Jawa Timur

Posting Terkait