Fokus; Bicara tentang Pemuda

264 views

Bicara tentang pemuda. Banyak tersiar dalam media massa tentang kelakuan buruk para pemuda saat ini. Walau pun tentunya ada juga pemuda yang membuktikan bahwa dirinya mampu untuk berprestasi atau melakukan hal-hal positif yang berguna bagi umat Islam. Namun, tidak terhitung lagi kerusakan-kerusakan para pemuda di era Kapitalisme ini. Tentang itu, tentu menjadi berita yang mengkhawatirkan bagi masa depan Islam.

Meski begitu, tidak bisa dibilang tidak ada pemuda yang memiliki kreatifitas yang membanggakan. Kebanyakan mereka diketahui oleh dunia bahwa mereka bisa menghasilkan sesuatu yang berarti. Namun, perlu kita ketahui dan pahami bahwa hasil sebenarnya yang harus kita capai bukanlah ketenaran atau materi semata. Tetapi pencapaian sebenarnya adalah bagaimana kita sebagai pemuda mampu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan umat Islam.

Terkait dengan semangat muda. Generasi muda Islam pada masa lalu telah memunculkan beberapa pemuda, yang nantinya semangat mereka akan terus tertulis dalam sejarah. Salah satu yang terkenal adalah Muhammad Al-Fatih. Dialah pemuda yang di sebut Rasulullah SAW dalam haditsnya, ”Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.

Para Sahabat Rasulullah SAW, tabi’in dan tabi’ut tabi’in terus berusaha membuktikan sabda Rasulullah ini. Mereka berulang kali mengadakan ekspedisi untuk menaklukkan Konstantinopel. Ternyata janji Rasulullah itu baru terbukti 800 tahun kemudian di tangan Sultan Muhammad Al-Fatih dari Dinasti Usmaniyah. Dengan jatuhnya Konstantinopel, jatuhlah seluruh wilayah Kekaisaran Romawi Timur ke tangan Islam.

Ayah Muhammad Al-Fateh, Sultan Murad telah mempersiapkan Muhammad Al-Fatih sejak kecil dengan diserahkan didikan agamanya pada Syeikh Syamsuddin dan didikan militernya pada panglima-panglima Turki yang paling berpengalaman hingga pada usia 19 tahun beliau telah siap menggantikan ayahnya menjadi sultan. Pada usia 21 tahun beliau memimpin pasukannya untuk menaklukkan Konstantinopel dan terbuktilah hadis Rasulullah SAW.

Kemudian sebagai pemuda zaman sekarang, hikmah yang patut kita ambil adalah bagaimana usaha positif dalam memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai ladang dakwah dan amal ibadah kita. Kita bisa memanfaatkan fasilitas jejaring sosial yang sedang berkembang saat ini untuk saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan.

 

Arsip lama: Tugas Jurnalistik kelas 1 SMA

[Fathimah NJL, Kelas 3 SMA, Pesantren Media]

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan ke-5 jenjang SMA. Sudah terdampar di dunia santri selama hampir 6 tahun. Moto : "Bahagia itu Kita yang Rasa" | Twitter: @FathimahNJL | Facebook: Fathimah Njl | Instagram: fathimahnjl

Posting Terkait