Fiqih Tentang Najis

307 views

NAJIS

Najis Menurut syariat Islam adalah benda yang kotor dan telah ada dalil yang menetapkannya. Najis Wajib dibersihkan Menurut cara-cara yang telah ditentukan oleh syara’ karena akan menjadi penghalang dalam beribadah kepada allah. Yang termasuk Benda-benda Najis seperti;

  1. Bangkai, kecuali manusia, ikan dan belalang
  2. Darah
  3. Nanah
  4. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur
  5. Anjing
  6. Babi
  7. Minuman keras seperti arak dan sebagainya
  8. Bagian anggota badan binatang yang terpisah karena dipotong dan sebagainya selagi hidup

 

1.Pembagian Najis

Menurut ahli fikih, najis dibagi menjadi tiga;

  1. Najis Mukhaffafah (ringan) seperti: air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali air susu ibu.
  2. Najis Mughallazah (berat) seperti: najis anjing dan babi serta keturunannya.
  3. Najis Muthawassithah (sedang): ialah najis yang selain dari dua najis tersebut di atas, seperti segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang kecuali air mani, barang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan, ikan dan belalang.
  4. Najis muthawassithah dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
  5. Najis ‘ainiyah: ialah najis yang berwujud, yakni yang nampakan dapat dilihat.
  6. Najis hikmiyah: ialah najis yang tidak kelihatan bendanya, seperti bekas kencing atau arak yang sudah kering dan sebagainya.

[Hayatun Nufus, santri Pesantren Media kelas 2 SMP]

fiqih nufus tentang_najis

Posting Terkait