Fenomena Jilboobs

1192 views

Guys, sudah mendengar istilah Jilboobs? Hmm… penulis yakin deh kamu-kamu sudah mendengarnya. Apalagi yang aktif di jejaring sosial. Tidak hanya di jejaring sosial sih. Mungkin ada juga yang mengetahuinya melalui berita di koran, radio atau tv. Atau jangan-jangan ada yang baru tahu setelah membaca tulisan ini? Ok, no problem. Kali ini penulis akan berbagi info tentang Jilboobs. Apa sih Jilboobs itu? Seberapa penting kita mengetahuinya? Bagaimana Islam memandang hal ini?

Para pembaca sekalian, belakangan ini istilah Jilboobs sedang menjadi perbincangan loh. Istilah ini dipopulerkan dalam sebuah akun media sosial. Apa kalian tahu Jilboobs itu kepanjangan dari apa? Yup, ternyata Jilboobs itu adalah gabungan dari kata Jilbab dan Boobs. Banyak wanita mengartikan jilbab sebagai kerudung. Padahal jilbab dan kerudung adalah dua hal yang berbeda. Jilbab atau dikenal juga dengan gamis adalah pakaian bagi muslimah. Kerudung adalah penutup kepala/rambut. Lebih jelasnya, penulis akan jelaskan di paragraf lain.

Sedangkan Boobs yang diartikan sebagai (maaf) payudara. Jadi, Jilboobs adalah julukan untuk wanita yang menutup aurat (memakai kerudung) tetapi berpakaian super ketat bahkan (maaf) menonjolkan bagian boobsnya. Waduh, pakai kerudung tapi pakaiannya ketat. Kok bisa sih?

Guys, akun media sosial tersebut mengekspos foto-foto wanita yang memakai kerudung dan berpakaian ketat. Bahkan menjuluki mereka sebagai jilboobs. Mungkin sebagian besar wanita tersebut tidak tahu bahwa foto-foto mereka sesungguhnya sudah dijadikan bahan olok-olok. Haduh! Memang siapa sih yang mengolok-olok? Itu loh, para komentator di akun-akun jilboobs. Foto-foto candid para jilboobers itu sudah ada di blog sejak 2009 dan ‘nyangkut’ di jejaring sosial, facebook sejak Januari 2014 kemarin. Tidak hanya di facebook. Di twitter juga ada loh.

Foto-foto di dalam akun itulah yang menimbulkan komentar. Ada yang pro dan kontra. Kenapa bisa? Karena mereka melihat foto wanita berkerudung tapi pakaiannya ketat. Super ketat malah. Akibatnya, dadanya jadi nyeplak, udah gitu perutnya nongol (apalagi yang gemuk ya? Hehe) atau pantatnya kelihatan sedikit. Nah, karena hal-hal itulah yang memunculkan komentar. Lebih parahnya, komentar-komentarnya (maaf) bernada mesum. Jadi, para wanita dalam foto itu dianggap tidak memiliki moral baik dan dilecehkan. Waduh, miris memang.  Penulis saja prihatin loh. Jelas, ini adalah pelecehan terhadap para muslimah! Parah banget kan? Lewat media sosial lagi! Seperti yang kita tahu bahwa media itu pengaruhnya besar sekali. Penulis berharap semoga aja para wanita yang ada dalam foto tersebut aslinya tidak begitu.

Guys, pernah nggak sih kalian bertanya: kenapa ya para wanita menutup auratnya dengan pakaian yang ketat-ketat? Apa mereka tidak tahu syarat menutup aurat itu seperti apa?

Hmm, sebenarnya mereka pakai kerudung itu adalah hal yang bagus. Patut kita hargai. Tidak semestinya diolok-olok. Malahan ya belakangan ini lagi rame loh para wanita menutup aurat. Ya… walaupun banyak juga sih yang belum benar cara menutup auratnya. Tapi perlu kita tahu mungkin itu adalah proses mereka untuk berusaha menjalankan syariat agama. Penulis yakin, setiap orang pasti tahu bahwa menutup aurat itu adalah wajib. Ya, minimal pernah denger lah. Tapi sayang banget, Guys, niat yang sudah bagus tersebut tidak diimbangi ilmunya. Banyak yang pakai kerudung tapi tidak tahu seperti apa kerudung yang sesuai syariat Islam. Tidak tahu bagaimana cara yang benar dalam menutup aurat. Malah, mereka membebek cara berhijab pada desainer, fashionista atau artis. Tutorial hijab udah banyak banget nangkring di youtube. Sayangnya, tutorial yang dicontohkan TIDAK sesuai dengan syariat agama Islam. Kok bisa? Ya iyalah. Coba deh, dalam tutorial tersebut justru yang diajarkan adalah memakai kerudung yang dibelat-belit ke atas, ke kanan, ke kiri sehingga lehernya terbentuk. Padahal leher adalah aurat bagi wanita. Harusnya kan ditutupi. Bukan dibungkus atau dibalut. Malah, sampai tabarruj (menampakkan kecantikan/perhiasan). Berkilau-kilau gitu. Tak hanya itu kain kerudung yang dipakai ada yang tipis dan ketat. Duh!

Para wanita tersebut tidak belajar dan bertanya kepada ahli agama, ustadz dan ustadzah. Malah ngikut artis dan para hijaber. Makanya nggak aneh jika akun-akun media sosial para artis, desainer dan hijaber memiliki jutaan followers. Apa kalian termasuk follower itu? Mereka malah dijadikan sebagai inspirasi dalam bergaya dan berbusana. Para wanita yang baru mengenal dan memakai kerudung dan jilbab akhirnya meniru gaya mereka. Padahal busana mereka banyak yang tidak/belum sesuai syariat. Ketat lah, tipis lah sehingga auratnya tetap aja kelihatan. Itu sih namanya hanya membungkus/membalut aurat. BUKAN menutup aurat!

Guys, sekarang ini banyak yang mengikuti trend busana muslimah yang memang lagi booming. Sekarang banyak banget style hijab. Sudah seperti lumut yang menjamur di musim hujan. Weleh-weleh! Penulis aja sampai pusing melihatnya. Sebenarnya mereka itu sedang dijajah dengan pemikiran sekuler-kapitalis: “berbusana harus trendy, up to date dan menonjolkan kecantikan”.

Para jilboobers itu mungkin berusaha keras biar tidak ketinggalan mode busana yang lagi trend, tapi ingin juga menutup auratnya. Jadi gimana ya? Ya… akhirnya mereka mengkombinasikan pakaian ala sekuler dengan kerudung. Mungkin mereka belum rela kali meninggalkan pakaian mereka sebelumnya. Ya, seperti jeans, legging, tank top, dress dan lainnya. Akhirnya, pakai kerudung tapi tetap pakai celana pensil dan t-shirt. Pake tank top, manset tangan, rok mini dipadu legging dan rambutnya dibungkus dengan turban. Yahh kalau seperti ini sih namanya belum syar’i. Sayang banget, ternyata mereka tidak juga sadar. Malah merasa hal itu keren, modern dan up to date. Astaghfirullah…

Busana Muslimah dalam Islam

Tentu sebagai muslimah musti harus kudu dan wajib tahu pakaian yang disyariatkan agama kita. Tidak asal membebek pada trend yang lagi booming. Nah, Allah Swt sesungguhnya sudah menetapkan aturan tertentu tentang busana seorang muslimah. Bahkan ada rumusnya. Apa rumusnya? Ini adalah rumus yang juga pernah dikatakan Ust. Felix Siauw).

Yaitu: 24 : 31 + 33 : 59 + 33 : 33

Nah, itu dia rumus yang sudah Allah kabarkan lewat surat cinta-Nya. Apa kalian sudah mengerti rumus tersebut? Hmm, itu bukan rumus biasa yang ada di pelajaran MTK di sekolah-sekolah. Itu adalah Rumus Luar Biasa!

  • 24 : 31 artinya: Buka Al quran surat ke-24 ayat 31

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Guys, ayat di atas berisi perintah untuk menutup rambut dengan kain kerudung. Kerudung dalam Bahasa Arab disebut Khimar. Bukan jilbab. Khimar adalah penutup kepala minimal sampai juyub (bukaan baju di bagian dada/kancing atas). Tapi jika dilebihkan panjangnya juga tidak apa-apa. Khimar juga bukan pembungkus kepala atau rambut. Bukan pengganti rambut yang bisa dimodal-model agar tampak menawan. Hati-hati nanti tabarruj.

Selain itu kita dilarang untuk menampakkan perhiasan atau kecantikan kecuali kepada orang-orang yang telah disebutkan di atas. Tidak juga menampakkan perhiasan kaki. Misalnya gelang kaki sengaja dibunyikan agar orang lain mengetahuinya. Oleh karena itu, sebagai seorang muslimah kita harus tunduk dengan aturan-Nya. Karena Dia-lah yang telah menciptakan dan pastinya lebih tahu apa yang baik bagi kita.

  • 33 : 59 artinya: Buka Al quran surat ke-33 ayat 59

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Nah, dalam ayat ini berisi perintah untuk memakai jilbab. Seperti penulis katakan di awal tadi bahwa jilbab atau gamis adalah busana untuk muslimah. Jilbab adalah baju kurung, panjang dan menutup hingga kaki, tidak ketat, tidak tipis, longgar dan tidak membentuk tubuh. Tapi ada juga busana lain yang disebut mihnah. Mihnah adalah pakaian rumah bagi muslimah. Misalnya daster, kaos, rok dan lainnya. Itulah yang biasa dipakai muslimah di dalam rumah. Tapi jika keluar rumah maka muslimah harus memakai mihnah serta jilbab plus kerudung.

  • 33 : 33 artinya: Buka Al quran surat ke-33 ayat 33

… Dan janganlah kamu bertabarruj (berhias) dan bertingkah laku seperti orang jahiliyyah dulu.

Apa itu tabarruj?

Menurut Imam Qatadah: yaitu saat keluar dari rumahnya mereka berjalan lenggak-lenggok lagi menggoda. Sedangkan menurut ibnu Madzur: yaitu wanita yang memperlihatkan kecantikan dan perhiasannya kepada lelaki yang bukan mahromnya.

Segala perilaku wanita yang menyebabkan mereka menjadi perhatian disebut tabarruj. Ini relatif dan tergantung kondisi dan tradisi setempat. Muslimah di Arab memakai khimar dan jilbab yang warnanya gelap. Biru tua, hijau tua, hitam dan lainnya. Tiba-tiba saat anda Umroh anda memakai warna yang mencolok misalnya merah menyala, hijau neon. Maka anda telah bertabarruj. Karena anda terlihat istimewa di situ dan menyelisihi orang-orang yang ada di situ. (Ust Felix Siauw)

Para imam berpendapat mengenai pakaian syuhrah:

“Siapa yang memakai pakaian syuhrah (sensasi, fenomenal) di dunia maka Allah akan mengenakan baginya pakaian kehinaan di akhirat (HR. Ahmad)

“Yang pakaiannya tenar di antara manusia disebabkan karena warnanya menyelisihi pakaian manusia umumnya sehingga manusia mengangkat pandangan untuk melihatnya sehingga dia berbangga terhadap orang lain dengan ujub (tinggi hati) dan sombong.” (Imam Asy-Syaukani, nailul authar)

Nah, kalau syarat-syarat tadi terpenuhi maka soal model, warna, motif atau desainnya tidak jadi masalah. Ingat, Islam tidak melarang kreativitas muslimah untuk menata busananya seindah dan senyaman mungkin. Tapi ya tadi harus syar’I dan tidak diniatkan untuk menarik perhatian.

Ok, Guys, jadi busana muslimah dalam Islam itu adalah jilbab, khimar dan mihnah. Ingat tidak ketat, tidak transparan, sederhana, tidak tabarruj/tidak menarik perhatian terutama kepada laki-laki yang bukan mahrom. Tapi beda halnya jika kepada suami. Para istri justru bagus dan akan berpahala jika menyenangkan hati suaminya. Misalnya dengan mempercantik diri dengan memakai busana rapi dan indah.

Guys, dengan memakai jilbab, khimar dan mihnah akan mampu menutup aurat bagi muslimah dengan sempurna. Ini wajib loh. Harus segera dilaksanakan dan tanpa ditunda-tunda dengan alasan apa pun. Tak ada toleransi dalam menjalankan syariat Islam. Kalau wajib ya wajib. Jangan beralasan seperti ini: “saya kan masih dalam proses, Mbak. Jadi nanti saja pake busana yang syar’inya.” Walah! Kapan coba mau berubahnya? ><

Well, semoga aja tidak ada lagi muslimah yang berpakaian ala jilboobs. Mudah-mudahan fenomena jilboobs ini menjadi otokritik ya bagi para muslimah. Semoga aja semua wanita termasuk mereka yang dicap sebagai jilboobs segera sadar dan membetulkan cara berbusana menjadi busana syar’i. Bahkan MUI sendiri sudah mengeluarkan penilaian tentang KEHARAMAN Jilboobs loh. Hayo loh! Ok, siap untuk move on? Hamasah!

[Siti Muhaira, santriwati jenjang 3 SMA, Pesantren Media]

al-quran islam jilbab Jilboobs Khimar Muslimah Siti Muhaira

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Posting Terkait