Dilema Polwan Berkerudung

581 views

Liputan Khusus Diskusi Aktual Pesantren Media

Rabu, 4 Desember 2013

Hari Rabu, 4 Desember 2013, jam 10.30 WIB, Pesantren Media kembali ramai. Di sana berkumpul para santri dan santriwati guna mengadakan sebuah acara yang biasanya digelar setiap hari Rabu siang, Diskusi Aktual.

Diskusi kali ini mengambil tema, ‘Dilema Polwan Berkerudung’. Tema ini dipilih karena media massa saat ini ramai memberitakan tentang adanya ijin dari kapolri bagi para polwan untuk menggunakan kerudung ketika bertugas.

Tema ini dianggap penting untuk dibahas mengingat ini berkerudung bagi seorang polwan biasanya tidak diperbolehkan. Nah, lalu kenapa akhir-akhir ini melunak sehingga muncullah ide bagi polwan untuk berkerudung ini.

Di samping kabar baik bahwa polwan dibolehkan berjilbab, juga ada kabar bahwa ternyata ada beberapa individua tau pihak yang ‘keberatan’ para polisi wanita ini menggunakan kerudung ketika menggunakan seragam kepolisian dan bertugas di lapangan.

Maka tak menunggu lama, setelah beberapa patah kata pembuka, sesi pertanyaan pun resmi dibuka. Beberapa santri dan santriwati mengacungkan tangan. Mengajukan pertanyaan masing-masing.

Ada banyak pertanyaan yang diajukan. Diantaranya:

  1. Apakah menutup aurat tapi tidak sepurna itu berpahala?
  2. Apakah ada embel-embel tertentu sehingga polwan dibolehkan berkerudung?
  3. Kenapa pemerintah menunda pemberian ijin bagi polwan untuk berkerudung?
  4. Siapa dalang utama penundaan ijin polwan mengenakan kerudung?
  5. Bagaimana Islam memandang pekerjaan polwan yang seharusnya merupakan pekerjaan laki-laki?

Maka sesi menjawab pun dimulai. Banyak jawaban yang disampaikan oleh peserta diskusi. Tentunya dengan kualitas masing-masing. Ada yang tidak benar, kurang benar, hampir benar, dan benar-benar benar. Oleh karena itu, mari kita lihat beberapa jawaban yang ada.

Untuk pertanyaan pertama, ada yang menjawab berdosa karena belum sempurna. Ada yang menjawab, oke, itu sebuah kekurangan. Tapi jika dibandingkan dengan tidak memakai sama sekali, ini bisa dibilang kemajuan awal yang bisa diikuti dengan pembimbingan selanjutnya ke arah yang sempurna.

Pertanyaan kedua, ada yang menjawab karena komandan melihat beberapa negara lain yang polwannya menggunakan kerudung. Ada juga yaang menjawab karena adanya angin perubahan, mengingat Islam suatu saat nanti, disuka atau tidak, pasti akan berjaya.

Pertanyaan ketiga, ada yang menjawab bahwa aturan untuk tidak berkerudung bagi polwan adalah kebijakan sistema yang sedang dianut negara. Ada hitam di atas putihnya. Sedangkan ijin berkerudung bagi polwan hanya keluar dari mulut kapolri. Tak ada hitam di atas putihnya.

Pertanyaan keempat, berdasarkan rujukan sebuah media online, menjawab: Wakapolri Kompol Oegro Seno

Pertanyaan kelima, ada yang menjawab tidak apa-apa asal tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri atau ibu. Ada yang menjawab boleh. Akan tetapi, yang menjadi masalah sekarang adalah pekerjaannya sekarang menuntut banyak hal yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Misalnya saja, bentuk seragammnya dan aturan untuk tidak mengenakaan kerudung apalagi jilbab.

Tidak seperti biasanya, diskusi kali ini berakhir tepat waktu dengan semua pertanyaan yang telah terjawab. Biasanya, yang terjadi adalah, waktu habis sedangkan pertanyaan maasih belum selesai dibahas.

Demikian laporan diskusi aktual kali ini. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan. Semoga diskusi ini bisa memberi inspirasi, manfaat, dan solusi bagi problematika umat.

[Farid Abdurrahman, santri Pesantren Media]

dilema diskusi aktual polwan

Penulis: 
author
Farid Abdurrahman, santri angkatan ke-1 jenjang SMA (2011) | Blog pribadi: http://faridmedia.blogspot.com | Alumni Pesantren MEDIA, asal Sumenep, Jawa Timur

Posting Terkait