Dikira Hantu

336 views

Sabtu sore tanggal 5 April 2014 tepatnya saat pelajaran bahasa Inggris hujan deras mengguyur kota Bogor dan tiba-tiba listrik padam. Kami yang belum selesai belajar ahirnya akhirnya ditutup  ditengah pelajaran dan jam pun sudah menunjukan 17.30.

Setelah selesai makan saya dan Holifah pergi ke masjid dan pada saat itu komplek laladon pemai dalam keadaan gelap gulita dan hujan deras. Sesampainya  di masjid hanya ada beberapa orang saja seperti  Oyok, Pak Edi, ustadz Sanusi, satu anak kecil, saya dan Holifah.

Shalat magrib pun selesai dengan di imami oleh ustadz sanusi. Karena di luar hujan masih deras dan listrik belum juga nyala kami pun duduk-duduk di dalam masjid dengan aktivitas masing-masing. Saya yang hanya bengok melihat luar dan Holifah yang asyik membaca novel sambil menunggu pelajaran murajaah.

Saya baru sadar ketika saya memegang jibab bagian bawah saya basah. Saya buru-buru mengajak Holifah untuk pulang karena dan ternyata pelajaranpun tidak ada, tapi Holifah tetep saja asyik dengan bacaanya ucap dia”nanti aja lagi asyik ni bacanya lagiaan juga ga ada penerang kalau mau baca di asrama”. Saya tetap merayu agar Holifah mau pulang sebenarnya saya bisa pulang sendiri tapi karena dia perempuan sendiri jadi saya tidak tega.

Akhirnya saya dan Holifah pulang ke asrama masing-masing sampai  di asrama TI saya bingun tidak ada penerang dan ditambah tidak ada santrinya. Sesaat setelah saya meletakan tas, teteh Neng dan Cylpa yang baru datang dari kamar mandi teriak dan membuat saya makin bingun “kenapa mereka berdua teriak” ucap saya lirih.

Ternyata setelah semua sudah tenang mereka mulai bercerita kenapa mereka teriak. Karena mereka kaget melihat saya tiba-tiba saja ada yang berdiri tegak dan yang bikin tambah takut lagi saya tidak memakai penerang jadi saya di anggap hantu.[Chairunisa, santriwati Pesantren Media, jenjang SMA, angkatan ke-2]

diary Dikira Hantu karya santri

Penulis: 
author
Ilham Raudhatul Jannah, biasa disapa Neng Ilham | Santriwati Pesantren MEDIA angkatanke-1, jenjang SMA | Alumni tahun 2014, asal Menes, Banten | Twitter: @senandungrindu1

Posting Terkait

Tinggalkan pesan