Diary Peristiwa Dini

823 views

Senin, 13 agustus 2012

 

Jam masih menunjukan pukul 16.30 Waktu Indonesia Bagian Paling Barat (WIBPaBar) aku telah berkemas rapi hendak pergi kesuatu tempat yang menurutku sangat jarang terjadi. Yakni berkumpul canda tawa bersama teman SMA yang kurindukan.

SiMple.com adalah nama komunitas kami. Kami terdiri dari 32 orang yang memiliki karakter yang berbeda-beda dan saling melengkapi satu sama lain. Waktu tak kurang setahun lebih kai menggapai asa bersama dalam suka dan duka. Dalam canda tawa dan kesedihan duka lara. Baru saja aku duduk sekitar 10 menit datang Deyo dan Kiki. Hati ku senang bukan kentara. Setelah kedatangan mereka disusul pula oleh Wiwin, Ool, Cikel, Fuad, Arikah dkk. Buka puasa bareng tahun ini adalah buka puasa dengan jumlah anggota sedikit sepanjang tahun ini. tapi tak apalah yang penting ngumpul.

Ngeeeeeeettttttttttt…..suara sirine berbunyi dari masjid-masjid artinya puasa kami harus segera dibatalkan. Es teh dingin dan sup hangat menu takjil kami. Dan tanpa menunggu lagi perut kami yang sudah lapar, langsung melahap hidangan yang sudah terpampang dihadapan kami.

Sebagian ada yang shalat dulu karena sudah duluan mengambil wudhu dirumah.

Termasuk aku dan sebagian besar yang lain melahap habis hidangan yang tersedia.

Aku teringat akan buka puasa di tahun-tahun sebelumnya ketika kita masih mengenakan putih abu-abu.

Ada beberapa tempat yang kita kunjungi.

Ada AW, di Rumah Agam, di Wong Solo, dan terakhir ya disini di Daun-daun.

Menurutku atau menurut sebagian kalian, pasti di rumah agam yang paling serukan?

Ini waktu di AW. Hehe bubar kita yang pertama namun dari sinilah sejarah mencatat dan aku pun mulai menemukan mosaic inspirasiku untuk menulis dari momen ini. mosaic inspirasiku ya siapa lagi kalo bukan kalian sahabatku yang paling beharga. Dan dari sini lah kita semua bagaikan saudara yang langsung akrab.

Nah ini nih foto pas kita dirumah Agam. Wah ini sangat berkesan juga bagi aku karena disini kita bisa shalat Taraweh berjamaah. Dengan si Ool yang menjadi imamnya. Diary, aku sangat bersyukur mempunyai teman dengan segala karakternya yang melengkapi kekurangan disana sini, sehingga terbentuk lah satu komunitas yang saling mengisi. Seperti Ool tipikal shaleh dan cerdas dan ia adalah siswa teladan di letting kami. Ia menjadi pemimpin yang ideal bagi kami. Selain ketua kelas, ia juga memimpin organisasi TPCA (Tim Pengelola Ceramah Agama) semacam rohislah.

Logo ini yang buat si manusia iptek Agam Fauza bin Nurdin Abdullah. Seorang anak mantan Bupati Bireuen. Yang waktu kami masi SMA ayanhnya masi menjabat sebagai bupati dan cukup sering muncul di Harian Serambi Indonesia. Sekarang, akibat hobinya yang menyelubungi seluruh aspek kehidupannya, ia sedang menempuh di STT Telkom, Bandung jurusan desain grafis. Diary, kamu tau kan dia ini rival sekaligus sahabat terbaik ku yang merupakan bagian dari inti mozaik inspirasi menulisku. Terlalu banyak kenangan yang sangat lekat di memori otakku tentang dia. Bagaimana tidak?! Kami mempunyai sifat yang hamper serupa dan nyaris memiliki hobi yang sama pula. Dan takdir pun selalu menyertai kebersamaan kami dalam satu kelompok belajar yang sama pulak. Dan itu tidak terjadi dalam satu mata pelajaran.

Dia teman berdebatku, dia pesaing beratku, dia juga partner yang baik bagiku, sekaligus makhluk yang ringan tangan jika aku membutuhkan bantuan. Aku kagum. Walaupun ia anak seorang pejabat tinggi, bahkan ayahnya dulu mantan petinggi GAM, tak sedikit pun berlagak sombong. Bahkan kami satu kelas semuanya tau bahwa ia anak seorang Bupati, ketika Pak Nurdin Abdurrahman itu sendiri yang mengunjungi sekolah kami. Tak ada pun penyambutan khusus. Biasa saja dan sangat sederhana.

Aku kagum. Bahkan sampai sekarang. Ntahlah apa aku bisa menemukan sahabat seperti ia lagi? Atau bahkan bertemu lagi? Setelah 3 tahun lamanya kami tak berjumpa.

***

Di kelas ku ada juga tuh yang bandel. Si Cikel alias Cina Keling alias Andri dan Bagong alias Bagus Pramana dua sejoli itu sangat rajin cabut dan membuat masalah. Tapi kalo udah kumat rajinnya sampai terheran-heran kami. Nilai matematikanya bisa dapat A!

Dalam situasi di luar kelas seperti inilah kami berbaur. Tak ada perbedaan di antara kami.

***

Waktu bergulir dengan begitu cepatnya. Hingga akhirnya waktu jua- lah yang memisahkan kebersamaan kami. Aku berharap di tahun-tahun yang akan datang akan berjumpa lagi. Bukan lagi merajut impian, namun menuai impian itu. Akan jadi seperti apakah kita di saat kita berjumpa lagi kawan? Ntahlah. Semoga apapun yang kita impikan, jangan berputus asa. Tetaplah berjuang. Ingat, seperti Arai Sang Pemimpi berujar, bahwa Tuhan memeluk impian kita.

15 Agustus 2012

Hari ini tepat 7 tahun memperingati hari damainya RI-GAM. Tahukah kalian sejarahnya?

Okokok.. begini ceritanya.

Konflik Aceh telah berkerak dan berlangsung alot berpuluh-puluh tahun. Huru hara terjadi di sana-sini. Banyak yang menjadi janda dan yatim. Bunyi bom dan letusan senjata api makanan kami sehari-hari.

Telah berulang kali pemerintah mengajukan damai. Tapi taka ada jalan keluar lain. Karena rakyat Aceh diamuk rasa amarah yang bergejolak. Karena apa yang di korbankan rakyat Aceh untuk Indonesia terutama perang melawan penjajah, hingga sumbangsih Pesawat Dakota yang dinamakan SEULAWAH RI 01[1],  tidak di hargai dan tidak di berikan sesuai janji akan kemakmuran Aceh oleh SOEKARNO.

Gambar diatas adalah sisa tiang-tiang bekas HOTEL ACEH tempat Soekarno menerima sumbangsih berupa emas dari rakyatAceh untuk membeli sebuah pesawat Dakota.

Ditengah berjas putih dan berkupiah hitam Presiden RI 1, bersama pemimpin Aceh, Teungku Abu Lam U berfoto bersama di depan Hotel Aceh yang menghadap langsung ke samping Masjid Raya Baiturrahman.

Dan terus saja dilanda kemiskinan dan keterpurukan. Ladang-ladang gas Alam PT Arun di serahkan oleh luar sedangkan rakyat Aceh sendiri hanya menerima asap polusi saja.

Berbagai upaya pemerintah melakukan dan memperlakukan Aceh ini dengan semena-mena. Ada DOM lah, ada Daerah Darurat Militer lah, hingga ada pengiriman jumlah tentara yang besar-besaran ke Aceh. Bahkan hal ini menambah ketakutan dan suasana semakin mencekam dikala itu. Jujur saja. Aku yang masih berumur 8 tahun telah melihat dengan kepala mata ku sendiri penembakan yang sangat tragis. Dan aku sangat trauma. Itulah dampak yang kurasakan akibat strategi bobrok Megawati. Jangan sesekali menyerahkan urusan negara sama perempuan. Makin ancur (Al-hadist).

Setelah tumbangnya Megawati, tak lama kemudian, digelarlah pemilu pertama di Indonesia. Oktober,2004. Tapi 2 bulan SBY-JK memerintah, negri ini di uji oleh Allah dengan ujian yang sangat berat yakni Tsunami alias Gelumbang Raya menyapu bersih pantai barat pesisir Aceh, 26 Desember 2004. Dengan gempa berkekuatan 8,9 skala richter, dengan tsunami yang berkecepatan 800 km/jam! termasuk bencana internasional. Dan seluruh dunia tergerak hatinya untuk membantu Aceh. Tak terkecuali Presiden beserta wakil langsung datang ke tempata dan menyalurkan bantuan secepat mungkin. Bahkan ibu Ani yang berkerudung pada waktu itu tak mampu membendung tangis, duka yang mendalam ketika baru beberapa menit dari bandara, telah Nampak olehnya penampungan ribuan jenazah korban tsunami. Dan sekarang tempat penampungan itu menjadi kuburan massal terbesar di Aceh, dengan menampung kurang lebih 200 ribu jasad. Yang terletak di desa Siron, Lambaro Kaphe, Aceh Besar.

***

Setelah 7 bulan berlalu peristiwa memilukan itu, tepatnya pada tanggal 15 Agustus 2005, Jusuf Kalla dan para petinggi GAM yang berada di Helsinki, Swedia, terketuk hatinya untuk menyatakan perdamaian. Ribuan waraga Aceh pun memadati halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh untuk bersujud syukur atas perdamaian ini. ternyarta, di balik ujian dan musibah, ada hikmah yang begitu luar biasa nikmat. Tidak ada lagi pertumpahan datah di Aceh. Sekarang Aceh semakin maju dalam sector pembangunan. Hamper semua jalan di Aceh mulus. Lagaknya, pemerintahan gubernur Irwandi sangat ligat berusaha membangun dan merubah keadaan hingga berbalik 180 derajat.

17 Agustus 2012

Dirgahayu Repoeblik Indonesia. Sudah beberapa kali hari ulang tahun Indonesia tepat berada di bulan suci ramadhan yang tengah berlangsung.

Seperti kejadian 67 tahun yang lalu dimana Soekarno cs memploklamirkan kemerdekaan RI pas bulan suci ramadhan. Sungguh anugrah kemerdekaan dan rakhmat oleh Allah SWT. Pada saat yang sama pula pada tanggal 15 Agustus 1945 sejarah mencatat dan telah ada di Lauh mahfudz, Jepang yang menduduki Indonesia dari tanggal 8 Maret 1942[2] menyerah tanpa syarat pada Amerika dan Sekutu setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Sontak. Para golongan muda langsung mendesak Soekarno cs untuk mengambil kesempatan ini untuk memploklamirkan kemerdekaan RI.

Di lain pihak, mendengar kabar gembira ini yang tersiar hingga internasional termasuk dinasti China memberikan hadiah kemerdekaan berupa cakradonya yang berbentuk lonceng raksasa ini langsung ke kerajaan Aceh. Ya Aceh sebagai negara (kerajaan Lamuri / Malaka) dari dulu sudah tersohor di berbagai belahan dunia. Termasuk dengan China yang telah menjalin hubungan dagang dari dahulu. [Dini Purnama Indah Wulan, santriwati Pesantren Media, jenjang 1 SMA]

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari tugas menulis diary di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

[1] Kini pesawat yang asli nya di jadikan monument dan bisa dilihat hingga sekarang di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Saksi sejarah dan cikal bakal pesawat komersil Garuda Indonesia ini di sumbangkan oleh masyarakat Aceh dari pengumpulan emas, guna mempermudah Soekarno ekspansi kemerdekaan. Tapi apa yg rakyat dpatkan setelah kemerdekaan berhasil di raih. Sokarno melupakan jasa ureung Aceh. Aceh di anak tirikan dan bergejolaklah DI TII dan berlanjut ke Gerakan Aceh Merdeka.

[2] Bagaimana tidak hapal wong ini tanggal lahir saya… 😀

diary menulis

Penulis: 
author
Pesantren MEDIA [Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media] Jl. Seruni E-3, Laladon Permai, Ciomas BOGOR 16610. Telp: (0251) 8630166 Email: info@pesantrenmedia.com | Twitter @PesantrenMEDIA

Posting Terkait