Diary: “Hari Libur Terakhir”

486 views

Hari Terakhir

Pada hari Jum’at tanggal 16 September 2016, hari terakhir libur idul adha selama sepekan di Pesantren Media. Aku sendiri akan berencana pergi liburan bersama umiku. Umi datang dari Padang menuju Bogor ke Pesantren Media pada hari senin tanggal 12 September dan menginap sehari di asrama akhwat. Lalu pada hari selasa, pagi-pagi umiku pergi berkeliling disekitar pesantren. Aku gak mau ikut, lagi malas aja. Dan siangnya, aku dan umi pergi bersilaturahim ke rumah teman umi di Cibinong. Dengan membawa ransel yang berisi perlengkapan untuk menginap di luar beberapa hari, aku dan umi berangkat naik bus pusaka lalu angkot 32 menuju Cibinong.

Aku menginap selama 3 hari 4 malam di rumah temannya umi. Dan pada hari jum’at siang ba’da dzuhur, aku dan umi pergi jalan ke CCM ( Cibinong City Mall) dan sekitarnya. Sekalian juga menjemput abiku dari Padang menuju Bogor untuk menemuiku dan umi. Abi dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bogor naik bus damri tujuan Cibinong dan kami akan bertemu di CCM.

Tapi sebenarnya ada tujuan juga abi dan umiku datang ke Bogor, selain mengunjungiku. Abi ada acara pertemuan sekolah islam (JSIT) dari seluruh Indonesia di Depok. Dan umi juga ada pelatihan untuk berbisnis gitu di Malang, tapi umi gak jadi ikut pelatihannya karena waktunya yang tidak memungkinkan untuk kesana. Acara abi dan umi di hari sabtu. Jadi akhirnya umi menemani abi saja ke Depok.

Aku dan umi naik angkot 32 dan disambung angkot 34 untuk ke CCM. Tapi waktu aku dan umi naik angkot 32, angkotnya melewati tempat yang seharusnya kami turun untuk melanjutkan angkot selanjutnya. Kata umi biarin aja, soalnya umi pengen jalan-jalan sekalian mengenal tempat-tempat disini.

Lalu akhirnya umi bertanya ke sopir angkot kalau angkot ke CCM naik angkot berapa. Sopirnya bilang kalau kesana gak ada yang langsung. Aku bingung, kami diturunkan sopir angkotnya dekat agen travel (kalau gak salah), katanya tanya aja ke orang agennya pasti tau naik angkot apa yang ke CCM. Kok sopir angkot gak tau wilayahnya sendiri ya? Akhirnya kami turun dari angkot.

Dari dalam angkot tadi, aku sudah menahan sakit perut pengen buang air. Udah gak tahan untuk menahannya, aku dan umi berjalan mencari masjid, toilet umum, atau semacamnya di sekitar situ. Akhirnya aku bilang ke umi, coba dilihat ke dalam sebuah toko perbelanjaan di dekat situ. Kami masuk ke dalam dan bertanya kepada karyawan disitu dimana arah toiletnya. Setelah diberitahu, aku langsung cepat-cepat menuju toilet dan masuk ke dalam dengan perasaan lega.

Haaah.. alhamdulillah udah tuntas sakit perutnya, aku ingin membeli sesuatu di toko tersebut. Aku mencari barangnya bersama umi dan membayarnya ke kasir. Lalu kami keluar, dan memutuskan untuk langsung saja naik angkot tanpa tanya ke agen itu. Disekitar kami, ada tukang jual buah nenas madu. Aku dan umi ingin membeli buah nenas itu yang sudah terpotong. Rasanya panas-panas gini enaknya makan yang seger-seger. Waktu membeli, umiku tanya ke tukang buah naik angkot apa yang ke arah CCM dan tukang buahnya bilang angkot 08 bisa ke CCM. Setelah berterima kasih, aku dan umi langsung menunggu angkot 08.

Akhirnya kami sudah di atas angkot sambil menikmati segar dan manisnya buah nenas jualan tukang buah tadi. Rasanya aku pengen membelinya lagi tapi gak bisa balik karena angkot udah jauh berjalan meninggalkan abang tukang buah. Sudah habis aku dan umi memakan buahnya, tidak terasa kami sudah sampai di depan CCM. Paling cuma 5 menit dari kami naik dekat abang tukang buah tadi.

Setelah turun angkot, aku dan umi pergi mencari tampat makan siang untuk kami. Tapi aku maunya makan mie ayam, makanan favoritku. Setelah ditelusuri, gak keliatan tanda-tanda orang yang menjual mie ayam di sekitar CCM. Tapi kami malah melihat tukang buah lagi, berbeda dengan abang tukang buah nanas tadi, ini abangnya jual buah mangga potong dan rujak buah. Hmmm.. aku dan umi pengen lagi menikmati buah seger yang dari tadi belum memuaskan dahaga. Lalu kami membeli 1 buah mangga potong dan 1 rujak buah ditambah bumbu mangga serta kuah kacang untuk rujak tentunya.

Sudah selesai membeli, aku pun mengajak umi untuk mencari mie ayam di dalam CCM aja. Lalu kami masuk ke dalam CCM, mencari resto yang ada menu mie ayamnya dan ketemu! Kami masuk ke resto tersebut dan duduk di tempat kursi pilihan kami. Pelayannya datang membawa daftar menu makanan, aku langsung menuliskan pesanan yang sudah dicari-cari sejak tadi dan minumannya lalu umi memesan makanan lain.

Sambil menunggu pesanan, aku dan umi makan rujak buah dan mangga potong tadi. Rujak buah sudah habis di habiskan umi lalu datang minuman, mie ayam dan makanan pesanan umi-spagetti secara bergiliran. Setelah membaca bismillah, aku langsung menyantap mie ayam yang sudah menggodaku. Umi juga memakan spagettinya.

Di tengah keasyikanku makan mie ayam, abiku menelfon kalau sebentar lagi sampai di CCM. Aku meminta abi untuk masuk ke CCM ke tempat kami makan. Dan beberapa menit setelah menelfon abi datang dengan banyak membawa barang tentengan dari Padang. Aku langsung menyambut abi dengan senyum dan menyalaminya begitu juga umi. Aku dan umi sudah selesai makan, tinggal abiku yang belum. Lalu abi memesan nasi goreng seafood dan kami membicarakan banyak hal.

Selanjutnya, rencana aku, umi dan abi adalah mecari sepeda dan peralatan masak untukku di pesantren. Pertamanya kami mencari di supermarket di dalam CCM tersebut, ada menjual berbagai macam sepeda. Tapi akhirnya setelah lama bertanya-tanya kepada mas yang ahli tentang sepeda dan mencoba beberapa sepeda, kami memutuskan untuk berkeliling dulu di sekitar Pasar Cibinong mencari sepeda yang lebih pas dan sesuai dengan pilihan aku, abi dan umi. Sebenarnya di CCM tadi sudah ada yang cocok yaitu sepeda lipat tapi ada bagian dari sepeda lipat itu yang tidak ada dan memang gak ada disemua sepeda lipat. Akhirnya kami cari solusi di luar, mana tau ada.

Kami naik angkot 08 lagi ke Pasar Cibinong. Abi meminta kepada sopir angkotnya untuk menurunkan kami di tempat yang banyak menjual sepeda. Dan kami menemukan toko penjualan sepeda. Turun dari angkot, membayar ongkos dan langsung menyeberangi jalan menuju toko sepeda. Aku ingin sekali sepeda lipat dan di toko itu ternyata ada solusi untuk bagian yang tidak ada itu menjadi ada yaitu pengaman untuk menutupi rantai sepeda yang memang disemua sepeda lipat tidak ada penutupnya itu. Dan tukang ahli service sepeda mengakalinya dengan menutupi rantainya dengan penutup sepeda lain yang tidak dipakai dan dipasang dengan tali kuat dan akhirnya sepeda yang aku inginkan sepakat dibeli, kami merasa senang dan lega.

Satu lagi yang harus dibeli yaitu alat-alat masak untuk di asramaku. Setelah dicari-cari, akhirnya ketemu di sebuah toko serbaguna. Di dalamnya banyak keperluan yang bisa kita dapatkan, tentunya aku, umi dan abi sama-sama mencari alat masak yang dibutuhkan. Setelah semua sudah dicari, ternyata banyak juga yang dibeli. Kemudian semua alat-alatnya dihitung ke kasir dan membayarnya.

Rencananya kami ingin pergi ke tempat rumah teman umi kembali setelah  borong berbelanja ini naik grab car yaitu jasa pengantar penumpang yang memesannya lewat online. Tapi setelah dikirim pesanan grab car lewat hp punya abiku, ternyata pesanan kami tidak bisa karena tidak ada grab car yang berada dalam jangkauan wilayah kami sekarang. Yaah.. akhirnya diputuskan abi untuk mencari taksi saja. Hari sudah larut malam dan kami belum shalat maghrib dan isya. Kata umi nanti bisa dijama’ takhir di tempat tujuan terakhir kami yaitu rumah om yang aku baru tau kalau itu sepupu jauhnya umiku yang tinggal di Taman Yasmin.

Sudah datang taksi yang ditumpangi abi, kami segera menaikkan semua barang bawaan dan belanjaan ke dalam bagasi taksi dan terisi penuh. Akhirnya.. aku bisa duduk tenang setelah berjalan kesana kemari dan aku lihat abi dan umi juga sudah capek. Baru sebentar perjalanan, umi memberitahu ke abi dan aku kalau tabung air yang dibawa umi tertinggal semenjak di CCM tadi. Untung aja belum lewat, mobil taksi berjalan ke arah CCM untuk mengambil tabung air yang sebenarnya milikku tertinggal di tempat makan mie ayam favoritku.

Taksi berhenti di tempat perkumpulan taksi-taksi lain yang berada di sebelah CCM itu. Abi yang masuk ke dalam CCM untuk mengambil tabung airku karena jalan abi lebih cepat dibanding kami berdua. Dan akhirnya abi datang sesuai dengan yang diharapkan, tabung air akhirnya kembali lagi. Hehe lain kali aku maupun umi abi akan lebih teliti lagi dan jangan lupa periksa barang bawaan kita masing-masing. Untung saja resto tadi tempat kami masih menyimpan tabung airku, kalau nggak.. ya itu sudah peringatan dari Allah.

Perjalanan lanjut ke rumah teman umi untuk mengambil tas dan barang-barang kami berdua yang masih disana. Rumahnya berada dijalan sukahati masuk kedalam gang sedikit dan sampai. Kami turun untuk berpamitan kepada orang rumah yang sudah repot-repot dan menerima aku dan umi untuk menginap disana. Lalu mangangkat semua barang yang sudah dikemas dari siang tadi ke dalam taksi dan sudah tidak ada yang tinggal aku dan umi bersalaman lalu pamit dan berangkat menuju Taman Yasmin, Bogor.

Jalan yang kami lewati lumayan lancar karena lewat jalan tol. Sedikit terjebak macet dijalan raya. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan, kami sampai juga akhirnya di rumah omku yang sempat salah komplek saat mencari rumahnya. Om tinggal bersama istrinya saja saat itu. Kami disambut hangat sama om. Kami turunkan semua barang yang ada di dalam taksi dan bayar tarif serta berterima kasih kepada bapak sopir taksi yang sudah mengantarkan kami sampai tujuan. Dan kami diajak masuk ke dalam rumah.

Kami ngobrol sebentar lalu disuguhi makan malam. Tau aja tante kalau kita belum makan malam hehehe. Setelah selesai makan, kami melaksanakan sholat maghrib dan isya yang dijama’. Dan siap-siap beristirahat karena sudah lelah dan besok harus cepat bangun karena aku harus balik ke pesantren. Abi dan umi juga pagi sudah harus tiba di Depok untuk mengkonfirmasi mengikuti acara pertemuan tersebut.

Hari Sabtu tanggal 16 September, aku bersiap-siap berangkat menuju parung ke Pesantren Media. Sudah mandi, sudah sholat dan sudah makan sedikit sarapan. Aku diantar om dan tante dengan mengendarai mobil ke pesantren, untung om dan tante sedang libur jadi bisa mengantarku sekalian tau tempat aku bersekolah sekarang. Sekalian juga abi dan umi juga akan diantar menuju Depok.

Akhirnya kami semua sudah tiba dilokasi pesantrenku. Itu pertama kalinya om dan tante kesana juga abiku kesana. Barang punyaku sudah diturunkan oleh abi dan umi. Di pesantren hanya ada Fathimah, temanku dan setelah berbincang sebentar, abi umi, om dan juga tante pamit mengantar abi dan umi ke Depok. Setelah bersalaman orangtuaku serta om dan tante masuk mobil dan mobil bergerak jalan meniggalkan pesantren. [Amilah, Santriwati kelas II SMA Pesantren Media]

Cerita non-fiksi diary perjalanan

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan ke-5 jenjang SMA. Sudah terdampar di dunia santri selama hampir 6 tahun. Moto : "Bahagia itu Kita yang Rasa" | Twitter: @FathimahNJL | Facebook: Fathimah Njl | Instagram: fathimahnjl

Posting Terkait