Curcol; Alami

165 views

                  Zaman sekarang kebanyakan insan memilih instan. Mengukur takar kebaikan menurut kepopuleran yang ditujukan pada keindahan. Ya keindahan memang selalu memiliki daya tarik. Sebagaimana kita yang ketika hendak berwisata, pasti akan mempertimbangkan keindahannya terebih dahulu. Namun secara tidak sadar, sejatinya kita lebih suka berkunjung ke wisata alam dibandingkan wisata wahana permainan yang statusnya adalah buatan. Dan sifat itu kebanyakan ada pada orang yang dewasa. Adapun wisata wahana permainan, mayoritas memang lebih digemari oleh anak – anak ataupun remaja.

Lalu, apa yang bisa kita simpulkan dari paragraf di atas adalah bahwasannya keindahan alam yang alami lebih istimewa daripada keindahan buatan. Yaiyalah. Siapa dulu penciptanya. Kenyataan zaman sekarang, orang banyak yang memodifikasi sesuatu yang alami menjadi buatan. Dengan alasan yang beragam. Salah satunya adalah ketidakpuasan. Ada manuusia yang merasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya membuat ia mengubah keindahan yang murni menjadi keindahan yang tak lagi murni. Padahal, kalau saja dia tahu, dia bahkan lebih baik dan lebih indah dengan apa adanya dirinya tanpa harus memodifikasi diri. Itu jika ia memiliki hasrat seni yang sejati dalam jiwanya. Jika tidak, maka dia tak akan paham dengan hakikat indah itu sendiri.

Tetapi, kalaupun ia lebih mendapatkan kepuasan batin dengan cara yang instan pun, semuanya akan berakhir dengan instan pula. Memang di awal sangat puas dan berbangga, tapi semua itu juga akan instan berakhir. Karena proses juga mempengaruhi hasil. Jika masih ada orang yang seperti itu, tanpa disadarinya, dia masih kekanak-kanakan karena keinginan yang instan sebagaimana wisata wahana permainan yang merupakan alam buatan yang amat digemari oleh anak-anak.

[Nur Aminah Natasyah, Kelas 1 SMA, Pesantren Media]

diary feature Inspirasi islam karya santri liburan media menulis pesantren pesantren media santri santri media tulisan

Penulis: 
author
Santriwati Pesantren Media, angkatan ke-5 jenjang SMA. Sudah terdampar di dunia santri selama hampir 6 tahun. Moto : "Bahagia itu Kita yang Rasa" | Twitter: @FathimahNJL | Facebook: Fathimah Njl | Instagram: fathimahnjl

Posting Terkait

Tinggalkan pesan