Cerita Saat Menunggu KMNR

796 views

Baju kaos berwarna putih. Itu adalah seragam Pesantren Media(untuk Akhwat). Kali ini kami akan mengantar peserta KMNR (Kompetisi Matematika Nalaria Realistik). Yang diadakan di GOR(Gedung Olah Raga). Bertempatan  yang terletak di Parung. Pesantren Media akan mengirimkan 5 Akhwat dan 2 Ikhwan. Yaitu Cylpa,Fathimah,Kak Via,Kak Maila dan Kak  Ira. Sedangkan Ikhwannya Kak Anam dan Kak Musa.

Kali ini kami memakai 2 Mobil. Yaitu Avanza berwarna silver  dan Panther berwarna biru agak gelap. YangPanther akan dikendarai oleh Kak Musa, sedangkan Avanza Ustadz Umar sendiri yang akan mengendarinya. Mobil-mobil itu pun melaju menembus angin-angin yang berterbangan.

OoOoOo

Alhamdulilah, kami telah sampai di GOR. Nah,sekarang saatnylah peserta dari Pesantren Media akan berhitung secepat mungkin. “semoga salah satu dari bertujuh ini ada yang lolos masuk 50 besar” gumamku dalam hati. Sedikit-sedikit orang pun berdatangan. Mimik wajah mereka pun berbeda-beda ada yang serius ,ada yang santai,ada yang tegang dan ada lagi yang cengingisan. Begitulah mimik muka orang disana. “sepertinya dari mukanya orangnya pinter-pinter” kritik dalam hatiku.

Kami pun menunggu kompetisi itu selesai. Untuk membuang bosan kami. Kami memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Bundaran. Kami menamainya dengan nama Bundaran HI, tapi sebutulnya itu bukan bundaran HI. Hanya kami saja iseng-iseng menyubutnya dengan bundaran HI. Disana ada anak kecil yang imut-imut bersama bundanya. Kak Icha dkknya pun bermain dengan anak kecil itu. Sedangkan aku,Siti,Kak Rani dan Wigati. Photo-photo di iPad Siti, memakai Instragram.

OoOoOo

Sambil menunggu, perut kami terasa lapar. Kami pun membeli makanan risol dll. Kami pun memakannya. Tapi sambil bagi-bagi. Ketika kami sedang makan air hujan berjatuhan yang mengenai baju kami. Kami pun segera berteduh plus dengan teriakan Ustadz Umar yang memanggil kami untuk berteduh. Kami pun berteduh di pinggir bawah tangga. Di sana kami hanya melakukan aktivitas yang tidak berguna. Kak Novi pun ingin mencari makan, dilihatnya pun dari pinggiran ada orang yang berjualan kerak telor. Kami pun menuju kesana. Kerak Telor di sana berharga 13.000, karena keterbatasan uang, maka dengan terpaksa Kak Novi mengurungkan niatnya. Kami pun kembali ke tempat masing-masing. Dengan segalau-galau apapun.

Setelah hujan mulai reda kami pun memberanikan diri untuk pergi keluar. Alhamdulilah hujan sudah reda. Kami pun pergi berjalan-jalan lagi. Setelah beberapa saat peserta KMNR pun keuar dari ruang yang WOW. Seperti tadi beragam sekali mimik muka peserta itu. Setelah kami bertemu dengan tema-teman kami yang menjadi peserta keluardengan beragam mimik muka . Setelah itu aku pun ngomong dengan Kak Via semoga masuk 50 besar. Tapi apa yang terjadi? Kak Via tidak menginginkan itu semua karena takut menjawab soal MTK itu lagi. Setelah itu kami pun photo bersama. Dengan baju seragam kami yang baru.

[Saknah Reza Putri, santriwati angkatan ke-2 jenjang SMP, Pesantren Media]

Catatan: tulisan ini sebagai tugas menulis di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

lomba matematika perjalanan putri

Penulis: 
author
Farid Abdurrahman, santri angkatan ke-1 jenjang SMA (2011) | Blog pribadi: http://faridmedia.blogspot.com | Alumni Pesantren MEDIA, asal Sumenep, Jawa Timur

Posting Terkait