Catatan Perjalanan Menuju Curug Luhur

699 views

Hari jumat tanggal 05 Oktober 2012, santri pesantren media  pergi ke curug luhur dengan mengendarai  dua angkot dan satu mobil  abi .Antara ikhwa dan akhwat di pisah kecuali akhwat smp karena mereka sedikit.Sebelum menuju tempat lokasi pagi pukul 06.30 kami sarapan di asrama dengan lauk tempe dan naget.Selesai makan abi memberi pengarahan apa saja yang akan  dilakukan  di sana  dan menyebutkan siapa saja yang menjadi koodinator .Via  koordinasi akhwat,hawari koordinasi ikhwan dan musa ketua rombongan itu yang di katakan abi.Barang bawan yang harus kita bawa ada buku,sajadah,baju ganti,handuk,minum,plastik,hp itu semua sudah kita siapkan sejak malam hari sebelum ke berangkatan . Semua sudah siap dan sarapan kita langsung menaruh barang-barang di dalam angkot via mengecek satu-satu dari kami semua lengkap. Sekitar pukul 06.53 angkot berlahan berangkat ,angkot yang ada paling depan adalah angkot akhwat karena supirnya lebih tahu  jalan menuju curug luhur yang kedua mobil abi dan yang terakhir angkot ikhwan.
Curug luhur yang berada di daerah gunung malang tepatnya di lereng gunung salak,kami begitu bersemangat  melihat pemandangan disekelilingnya saat perjalanan menuju curug luhur jalan yang bekelok-kelok disamping kanan dan kirinya di penuhi rumah –rumah penduduk .Perjalanan dari pesantren ke curug luhur kurang lebih setengah jam .Kami betul-betul menikmati pemandangan yang ada ada yang sambil foto-foto sekitar perjalanan pu tidak terasa sudah sampai saja di curg luhur  pintu utama .Santri turun dari angkot masing-masing sambil menung gu abi menyelesaikan pembayaran kami masing –masing melakukan kegiatan masing –masing ada yang foto-foto,melihat-lihat , aku hanya duduk dan bercerita dengan fatimah dan putri sambil menunggu .

Selesai abi melakukan pembayaran abi menyuruh kita turun ke bawah dan kami berjalan menyusuri sepanjang jalan sampai akhirnya kita berhenti di sebuah gazebo yang berada  tepat di atas kolam renang  aku bertanya dalam hati”mana curugnya ko engga kelihatan” setelah melihat kondisi, abi berkata “lewat mana ya menuju curug itu? “ ada salah satu ikhwan menjawab “lewat tangga sebelah sana” semua nya turun  dan langsung menuju curug luhur yang di maksud .

Suasana di sana tidak begitu menarik hanya ada kolam renang dan curug yang kini kotor karena ulah tangan manusia yang mungkin membuang sam pah di situ.Aku cukup kecewa sesampai di sana karena bayanganku curug itu besar,bersih ,sejuk ,indah, dan nyaman tapi ini di luar bayanganku semua hanya bayangan.

Cukup lama kita meliahat curug dan berfoto-foto, santri akhwat naik dan mengikuti umi latifah untuk menaruh barang bawaan yang sejak tadi belum di taruh dan ikhwannya bermain di curug luhur .setelah menaruh tas aku,via,maila,teh dini makan roti tawar ,kami berempat kecuali via berenang di kolam renang  .
Aku dan holifah langsung merendamkan diri ke dalam air ,aku bermain bersama ade muhammad lucunya ade muhammad yang mengenakan pelampung yang bebentuk harimau.mataku lansung tertuju pada perosotan panjang, aku dan holifah langsung menuju perosotan itu .sampai di atas tiba rasa takut menyergap di  hati ini dag…dig….dug….. aku takut tapi aku ingin mencoba akhirnya aku beranikan diri untuk meluncur  tapi setelah meluncur begitu mengasikkan bagai melayang di udara.

Puas bermain di satu kolam aku mencoba kolam lain yang  mengasikkan ada perosotan  yang dari keramik,semen,dan plastik tapi aku hanya berani mencoba yang plastik .

Semua kolam aku coba, terakhir aku menjelajah ke curug bergantian dengan ikhwan tapi hanya sebentar saja  tempatnya yang tidak menyenangkan juga rasa cape pun sudah terasa di tubuh ini ingin segera ingin istirahat dan ganti baju .

Selesai ganti baju aku mencari mangsa untuk aku wawancarai karena tugas dari ustad oleh sholihin,

“Permisi bu?”

“ya”

“maaf bu,ibu di sini jualan ?”

“iya”

“sudah berapa tahun ibu jualan tahun?”

“sudah sepuluh tahun”

“maaf kalau boleh tau ibu mananya siapa?

“ ibu oni”

“ibu disini jualan sendiri?”

“kadang di bantu anak tapi karena anak lagi sekolah jadi paling bantu-bantu kalau hari sabtu dan minggu saja”

“ya, terimakasih ya bu…”

‘ya sama-sama”

Setelah wawancara aku dan santri yang lain makan siang pake rendang tapi aku tidak makan dagingnya karena aku tidak bisa tertelan dagingnya entah mengapa ,selesai makan aku menemani holifah wawancara sebelum itu ustad umar memberikan pengarahan “nanti ikhwanya setelah makan naik mobil ustad umar shalat jumat  sedangkan akhwatnya cari mushola untuk shalat dhuhur sambil menunggu ustad balik dari shalat jumat ,sekarang kalian boleh berkeliling memfoto-foto ada tugas kan dari ustad eftur dan wawancara dari ustad oleh nanti kalian kumpul lagi jam 11 ikhwannya langsung ke mobil dan akhwatnya ke mushola………” kurang lebih ustad umar mengatakan seperti itu .aku dan holifah langsung menjalankan misi dan mencari orang yang akan di wawancarain dari ujung sampai ujung kita cari akhirnya bertemu denga 1 ibu yang baru membuka warungnya .serasa baru sebentar aku berjalan aku sudah di panggil sama teh neng dan via untuk balik ,aku dan holifah pun balik jam menunjukan jam 11 tepat masih punya waktu 1 jam lagi untuk istirahat aku, holifah,ade muhammad,teh dini, via ,dan rani kita duduk di bangku ya ng menghadap kolam renang sedang asyik-asyiknya melihat kolam renag bersama ade tiba-tiba ada pemandangan yang tidak mengenakan  dua pasang insan sedan asyik pacaran di kolam renang  ingi rasanya aku mengusirnya tapi inikan tempat bersama tidak mungkin aku mengusirnya begitu saja mereka, karena mereka juga

pengunjung seperi aku kenapa ya tempat seprti in selalu di manfaatkan untuk bermaksiat bukan berenang malah pacaran.

Adzan berkumandan aku dan santri akhwat lainya pergi ke mushola untuk melaksanakan shalat dhuhur  di mushala kecil yang terletak di atas kolam renang.

Selesai shalat , sambil ustad umar dan santri ihwannya datang kami beristirahat di gazebo kecil di depan mushola

Ustad umar datang kita langsung membawa barang-barang kita ke angkot dan berlahan angkot mulai jalan meninggalkan curug luhur

Selamt tinggal curug luhur …..

Subhanallah sungguh ciptaan allah yang luar biasa indahnya menciptakan sedemikian rupa ciptaanmu yang tidak mungkin makhluk pun bisa menciptakan .gunung,dataran rendah ,sawah ,air,tanah, api,dan bumi ini sungguh di atas kekuasaanmu yang menciptakan langit dan bumi berserta isinya dan secara kasat mata begitu luas dan indah tidak ada satu pun yang terlewat atas kekuasanmu.gunung yang begitu megahnya kau ciptakan  dalam al-Quran juga di terangkan  surat annaba di terangkan

“Dan gunung-gunung sebagai pasak.” (Qs. Al-Naba [78]:7) maha benar allah dengan segala firmannya .

Dalam surat yang  lain allah juga memfirman “Dan Kami telah jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) mengguncang mereka.” (Qs. Al-Anbiya [21]:31)

Banyak ciptaan allah yang harus di syukuri oleh kita manusia karena jika allah tidak memciptkan air pasti kita tidak minum,mandi,dan melakukan kegiatan yang berhungan dengan air.

Para ahli menjelaskan bahwa air merupakan komponen utama sel, jaringan, dan organ manusia. Penurunan total cairan tubuh bisa menyebabkan penurunan volume cairan, baik intrasel maupun ekstrasel, yang dapat berimbas pada kegagalan organ, bahkan kematian.

Selain itu, air diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran nafas, usus, penyakit kewanitaan, bahkan bisa mengobati penyakit stroke. Seseorang yang  mandi pada pagi hari dengan air, maka peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar, produksi sel darah putih dalam tubuh akan meningkat, begitu juga produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita ikut meningkat juga, serta memberikan kekebalan terhadap virus.

Itulah yang manfaat air yang begitu berarti bagi kita manusia.

Firman allah yang menjelaskan tentang air dalam surat “ Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, apakah mereka beriman  ? “ (Qs Al Anbiya ‘ : 30 ).

[Chairunisa Bayu Parameswari, santriwati Pesantren Media]

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari tugas menulis reportase di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

curug luhur karya reportase

Penulis: 
author
Farid Abdurrahman, santri angkatan ke-1 jenjang SMA (2011) | Blog pribadi: http://faridmedia.blogspot.com | Alumni Pesantren MEDIA, asal Sumenep, Jawa Timur

Posting Terkait