Capek, tapi seru

656 views

Rabu, hari yang sangat di tunggu-tunggu, tidak hanya saya, para santri lain juga pasti menunggu hari itu. kenpa? Karena itu adalah hari di mana kita semua, santri dan guru pesantren Media akan pergi ke Monas dan IBF(islamic book fair).

Semua santri sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada yang nyetrika, mandi, beres-beres dll. Setelah semuanya selesai, kami para akhwat langsung segera sarapan, karna Semua santri harus sudah kumpul di Pesantren pukul 06:45. Dan berangkat sekitar pukul 07:30. Sebleum berangkat kita ngumpul  di pesantren degan ustadz Oleh.

Semua siap berangkat dan sudah naik ke mobil masing-masing. Karna sebelumnya sudah ditentukan mana santri yang harus naik mobil proton, panter, avanza, dan Evalia. Saya sendiri sudah ditetapkan untuk menaiki mobil proton bersama Alifa, Hanifa, Ka Fathimah, teh Ira, utadzah Wita dengan dua anaknya, ustadz rahmat dan pastinya yang nyetir juga yaitu ka Musa.

Berjam-jam sudah berlalu akhirnya sampai juga di monas. yes! Bebas dari mobil, selama di mobil itu ya rasanya pegel abis, Cuma duduk dan duduk. Akhirnya kita semua turn dari mobil dan jalan-jalan. Kita melihat museum-museum, disana kita foto-foto. Pokonya banyak deh.

Sudah berlama-lama di Monas akhirnya kita memutuskan untuk makan Siang sehabis itu kita semua melanjutkan perjalanan menuju IBF, selama perjalanan ke IBF saya lebih banyak tidur, karena sudah sangat capek.

Sampai di IBF saya langsung bangun dari tidur nyenyak dan turun dari mobil, dengan cepat ke mushala, sholat ashar dan mencari kelompok yang sudah di tetapkan. Kelompok saya adalah teh icha, Hanifa, dan teh  Maila. Kami sudah siap untuk melihat-lihat buku atau al-quran, kita mampir ke tempat Mizan di situ Hanifa membeli banyak buku, sedangkan aku, aku tidak berminat untuk membeli buku kecuali ada buku yang menarik,  baru saya beli. Saya hanya menunggu sambil melihat-lihat buku seolah saya akan membeli buku itu. “Hanifa udah selesai belum cari bukunya?” tanya ketua kelompok yaitu teh Icha. Hanifa mengangguk. Saat kita berjalan, tiba-tiba Hanfa tak sengaja melihat buku fiksi yang sangat menarik menurut nya, dia langsung mampir kesitu, dia meliaht-liahat buku dan mengambil beberapa buku. “teh Icha, kira-kira bagus nggak bukunya?” sambil menyodorkan buku yang dia pilih “ya Allah nif, banyak banget kamu beli buku, tadi aja kamu beli buku banyak banget, belum tentu kamu baca semua. Jangan banyak-banyak, sisain uangnya” kata teh Ica yang terlihat dewasa dibanding kita semua, Hanifa pergi ke kasir dan nanya harga semua buku yang dia pilih barusan. Setelah ia menanya akhirnya ia memutuskan untuk membeli 1 buku dianta sekitar 5 buku yang dia pilih.

Kita mulai keliling-keliling lagi mencari al-quran untuk teh Maila, setelah teh Maila melihat al-quran yang menarik. teh Maila langsung dengan cepat kesana dan menanya berapa harga al-quran itu.

Setelah berlalu acara tawar menawar akhirnya teh Maila tidak jadi beli, mungkin terlalu mahal, akhirnya kita cari Al-quran lagi, kita keliling-keliling mencarinya, beberapa menit kemudian ada juga Al-quran yang menarik perhatiannya dan juga tidak terlalu mahal, teh Maila langsung membelinya tanpa basa-basi lagi. Waktu sudah semakin cepat, kami juga harus cepat melihat-liahat. Tidak lupa kita membeli kaos kaki. Di situ kita melihat sekeliling, barangkalli ada yang jualan kaos kaki. “itu kaos kaki” kata saya dengan gembira yang akhirnya berhasil menemukan kaos kaki, kita semua sibuk memilih dan memilah kaos kaki. Setelah lamanya memlih kaos kaki, adzan maghrib berkumandang. akhirnya kita langsung menuju mushala dan shalat maghrib.

Setelah itu langsung menuju mobil masing-masing. Sambil menunggu santri lainnya.

Setelah semua sudah kumpul kita langsung beranjak ke mobil dan segera pulang. hari yang sangat capek, tapi juga menyenangkan karena bisa beli buku walaupun hanya beberapa jam menikmati buku-buku yang di IBF.

[Daffa Azzahra, santriwati kelas 2 SMP]

Penulis: 
    author
    Daffa Azzahra | Santriwati jenjang SMP, kelas 2 | Asal Cikarang, Jawa Barat

    Posting Terkait