(Bukan) Senandung Hati #3

342 views

Pagi itu, aku melihat umi dan abiku bolak balik pergi ke kandang kambing. Kupikir, umi dan abiku sedang memberi makan kambing seperti biasa. Aku bergegas pergi ke dapur dan mengambil makan, kulihat budeku sedang membicarakan sesuatu dengan nenekku di meja makan, karena takut mengganggu aku memilih makan diruang tengah. Rupanya beberapa sepupuku sedang membaca buku, aku terkikik sendiri mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat tanteku yang akrab kupanggil Mbak Uci memeberikan peraturan, “Yang ketahuan megang hp bayar 5 ribu permenit! Yang bertanggung jawab Mas Habibi,” seru Mbak Uci sambil berlalu dengan tumpukan hp ditangannya.

‘Untung aja, hpku dikamar jadi gak disita,’ batinku sambil duduk di kursi. (Jangan ditiru ya) Tiba-tiba saja, dari luar terdengar suara anak kambing. Seperti biasa. Tapi anehnya sampai menjelang siang, anak-anak kambing itu masih aja mengembek, ‘Ibunya mana sih?’ batinku agak kesal. Aku memutuskan keluar dan melihat anak-anak kambing itu.

“Loh ibunya mana?”ujarku pelan. Anak-anak kambing itu sedang berteduh di teras samping rumah, badan mereka menggigil.

Aku langsung buru-buru melapor ke umiku, dan jawaban umiku membuatku terpaku beberapa saat. Ibunya hilang! Beberapa kemungkinan langsung muncul di benakku. ‘Masa dicuri? Sama siapa coba? Jangan-jangan kabur sendiri? Tapi kemana?’ tapi umiku menuruhku untuk tutup mulut dan aku bisa menebak alasannya, bude dan nenekku pasti langsung geger hahaha.

Setelah beberapa lama, umiku akhirnya memutuskan untuk pergi beli dot buat anak-anak kambing. Sambil menunggu umi dan abiku,aku menemani anak-anak kambing itu. Aku tertawa saat melihat mereka malah memakan jilbab dan kerudungku, ‘Mungkin mereka laper ya?’ pikirku. Pelan-pelan kubelai mereka satu-satu, yah kalau ibu kambingnya belum kembali juga mungkin belum rezeki, tapi disisi lain aku kasihan sama anak-anak kambing dan umiku. Anak-anak kambing itu masih kecil-kecil, dan umiku pasti  bakalan ngerepotan ngurus mereka. Ah, sekarang cuma bisa pasrah semoga diberikan yang terbaik ^v^

Alhamdulillah saat umi dan abiku kembali, ibu kambingnya ketemu, aku langsung tertawa bahagia dan memeluk sepupuku yang paling kecil. Mungkin ini gara-gara doa anak sholehah ya? Ehem maksudnya aku wkwkwk, tapi aku yakin Allah hanya menguji kesabaran hambanya untuk mengetes keimanannya. Selamat ya anak-anak kambing, semoga kalian hidup bahagia hehehe.

 

Chbioka (Zulfa AR 1 SMA Pesantren Media)

Penulis: 
    author

    Posting Terkait