Loading

Ketika seseorang merasa terpuruk dan enggan untuk maju, berarti ia lebih  memilih masa depan yang suram dan tak tahu arah ke mana ia harus melangkah. Semua itu dilakukan dengan penuh kesadaran, namun jika kita berkeinginan untuk mengubahnya dan akan berubah, itu suatu kepastian yang nyata dan  tidak ada hal sulit maupun mustahil. Itu semua bisa dibayangkan dengan mengingat kesalahan-kasalahan dulu yang menurut kita itu adalah suatu kesalahan yang sangat fatal, dan membandingkan dengan sikap kita sekarang. Apakah tetap  menjadi seorang yang pesimis ? Atau sudah ada kemajuan dan tekad yang kuat untuk mengubah semuanya meski harus dari awal lagi?

Ada sebuah cerita.

Sebut saja namanya Manda, dia sedang duduk di bangku SMP kelas IX. Manda merupakan anak yang berprestasi di kelasnya. Detik-detik terakhir ujian sekolah sebentar lagi  dia hadapi dan perlu dipersiapkan dari awal supaya tidak rumit dan tegang karena yang menentukan “Lulus” atau “Tidak”nya dalam  memilih antara lanjut atau tidaknya menuju jenjang berikutnya yaitu SMA. Namun di tengah perjalanan usaha dia untuk mencapai target, tergoyah oleh VMJ (Virus Merah Jambu) dan akhirnya mata pelajaran yang ingin dia kuasai terlupakan karena Manda tidak  bisa menahan godaan dan rayuan gombal yang dilontarkan padanya. Manda yang terlalu asyik dengan sang kekasih yang  setiap hari bertemu pulang-pergi sekolah bareng, jadi lupa dengan apa yang sebenarnya akan terjadi.

Satu minggu telah berlalu, waktu belajar Manda terganggu oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. Sedangkan ujian akhir di depan mata, Manda mengakui bahwa dia sadar atas semua yang telah dilakukannya itu sia-sia. Manda bercermin menatap wajahnya dengan wajah kebingungan lalu bertanya dalam hatinya,

“kenapa semua itu bisa terjadi? Padahal aku tau bahwa semua itu tidak baik.” Namun fikiran Manda semakin sulit dikendalikan dan dengan PDnya berkata, “aku lagi sayang-sayangnya sama dia, masa harus aku ninggalin dia? Tak ada salahnya juga aku mencoba untuk pacaran.”

Manda tidak menyadari dengan keputusannya yang tidak bijak, sehingga setiap hari mau berangkat sekolah selalu ucapin “met pagi” pada kekasihnya, pulang sekolah yang biasanya baca buku dan belajar jadi “teleponan” dan yang awalnya benci “alay” jadi ikut-ikut alay.

Batas akhir ujian tinggal satu hari lagi. Manda masih belum mempersiapkan apa-apa hanya bisa main hp, SMSan, dan teleponan. Esoknya Manda masih juga nyempetin waktu buat pujaan hatinya, karena Manda menyepelekan dan menyampingkannya dengan sombong, merasa udah mengerti semua pelajaran, Manda isi soal semaunya dan ngasal tanpa tau dan yakin dengan jawabannya itu benar.  Asal mula iya berfikir seperti itu, sampai ujian akhir selesai dan tinggal menunggu hasil yang didapat.

Laporan pengumuman hasil ujian telah datang, satu persatu siswa ingin melihat hasil yang telah mereka kerjakan dengan susah payah dan berusaha. Tinggal yang satu ini yaitu Manda, awalnya ia PD untuk melihat hasilnya, namun ketika Manda melihat hasilnya, ia langsung menjerit dan menangis  karena berada di urutan paling  terakhir. Manda kecewa dan menyesal atas semua yang telah ia lakukan selama ini, harapan dia hilang untuk mengejar sekolah favorit yang selalu dimimpikan, karena nilainya tidak memenuhi target dan terpaksa untuk masuk ke sekolah-sekolah yang biasa.

Orang tua Manda merasa sangat kecewa karena Manda tidak mau mendengar semua yang dilarang dan atas peringkatnya menurun, Manda lalu meminta maaf dan berjanji pada orang tuanya bahwa ia tidak akan mengulanginya lagi. Meski demikian, masih tersimpan banyak rasa sakit dalam hati Manda yang sulit untuk dia lupakan, Karena Manda merasa sangat terpuruk akibat getah dari perbuatannya dan menyesali atas semua perbuatan itu.

Itulah ceritanya.

Memang, jika dilihat,  semua itu sepertinya indah saat terkena VMJ, tapi itu akan berakhir dengan sebuah penyesalan. Memang mudah jika ingin jatuh ke sana namun bukan hal yang sepele untuk bangkit kembali. karena semua itu ibarat “orang yang berjalan lalu jatuh dan membuat luka, untuk bangkit kembalinya perlu obat, meski udah bisa berjalan kembali, tapi tetap luka itu meninggalkan bekas yang tidak akan hilang sampai kapan pun.”

Sakit yang dirasa itu bukan karena kita ditinggalin atau meninggalkan seseorang yang pernah masuk ke dalam hidup kita, namun karena kesalahan yang cukup fatal yang akan membuat suram masa depan kita nanti.

Dalam islam memang sudah jelas dilarang untuk “pacaran” bahkan hukumnya haram, seperti firman Allah SWT :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan”. (Al Isra’ [17] : 32).  Ayat ini menegaskan keras bahwa memang pacaran itu haram.

Larangan mendekati suatu perbuatan nilainya lebih dari pada semata-mata larangan melakukan suatu perbuatan karena larangan mendekati suatu perbuatan mencakup larangan seluruh hal yang dapat menjadi pembuka/jalan dan dorongan untuk melakukan perbuatan yang dilarang.

Dalam surah An-Nur ayat 30-31, yang artinya :

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (30) Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. (31)

Ayat diatas menegaskan bahwa yang diharamkan oleh Allah SWT hanyalah pandangan yang dapat dikontrol atau disengaja, berbeda dengan perintah memelihara kemaluan yang tidak menggunakan kata min karena semua pintu pemuasan seksual dengan kemaluan adalah haram kecuali yang diizinkan oleh syariat saja (nikah).

Jika kawan-kawan merasa sudah terlanjur terjun pada pacaran, maka ubahlah dari sekarang sebelum terlambat. Dan bagi yang belum, maka pertahankan dari sekarang jangan sampai terjun ke sana. [Tya Intan, santriwati jengjang SMA kelas 1 di Pesantren Media]

By Siti Muhaira

Santriwati Pesantren Media, angkatan kedua jenjang SMA. Blog : http://santrilucu.wordpress.com/ Twitter : @az_muhaira email : iraazzahra28@ymail.com Facebook : Muhaira az-Zahra. Lahir di Bogor pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *