Anti Berita Hoax

Seperti biasa Diskusi Aktual kembali dilangsungkan pada hari Rabu 11 Januari 2017 usai liburan kemarin yang mengangkat tema “Anti Berita Hoax”. Menurut Wikipedia sendiri, hoax diartikan sebagai usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengar untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu atau bohong.

Diawali dengan sedikit prolog dari Ustad Olih Solihin kemudian dilanjutkan oleh Fathur (3 SMP) dan Bintang (1 SMA) sebagai moderator untuk membuka sesi tanya jawab.

Pertanyaan :

1) Abdullah : “Apa hukuman yang cocok untuk penyebar berita hoax dari sudut pandang Islam?”

-Kak Adam : Kalau udah keterlaluan banget dan engga mau minta maaf harus dibunuh, atau dipancung.

 

2) Fadlan : “Bagaimana kita menanggapi berita hoax tentang kita yang sudah terlanjur menjadi fitnah?”

-Zadia : Ya udah tinggal bikin klarifikasi, bikin konfrensi pers karena yang terpenting korban berita hoax itu udah jelasin kalau berita hoax itu engga bener.

 

3) Kak Adam : “Bolehkah kita menyebarkan berita bohong kepada orang kafir dimedan perang?”

-Abdullah : Kalo kita berbohong di medan perang misalkan berbohong tentang jumlah pasukan itu boleh, tapi misalkan kayak hoax contohnya memfitnah salah satu pasukan musuh pas lagi perang aku masih engga tau boleh apa engga memfitnah pas lagi perang.

 

4) Zadia : “Kenapa hoax baru panas sekarang, padahal dari dulu udah banyak?”

-Fathur : Seiring berjalannya waktu pengguna internet semakin banyak, terus dia baca berita hoax itu walaupun sebenernya berita hoax itu udah bertahun-tahun yang lalu akhirnya disebarin lagi dan jadi ‘panas’ lagi.

-Kak Adam : Karena dia akhir zaman pasti terjadi fitnah dan kebohongan, akhirnya banyak yang memutar balikkan fakta.

 

5) Bintang : “Apa yang sebaiknya kita sebagai seorang muslim menanggapi berita bohong?”

-Zadia : Cari sumbernya dulu bener atau engga kalau bisa lebih dari 2 atau 3 supaya lebih meyakinkan, kalau berita itu hoax ya udah kita engga usah percaya, kalau berita itu ternyata bener dan malah menimbulkan ghibah ya udah biarin aja.

 

6) Abdullah : “Apa yang harus pembuat berita hoax lakukan ketika udah menyadari dan menyesali perbuatannya? Dan apa yang harus dilakukan sama orang yang ikut menyebarkan berita hoax padahal dia engga tahu kalau berita itu berita hoax?”

– (Di jawab oleh Ustad Olih Solihin diakahir diskusi sebagai kesimpulan)

 

7) Hanan : “ Apa niat si penyebar berita hoax? Apakah hanya untuk dijadikan trending topik?”

-Abdullah : Tergantung, dia dalam keadaan apa kalo dia lagi benci sama sesuatu atau seseorang dia sebarin berita hoax tentang yang dia benci. Ya tergantung niatnya aja, kalau dia benci dia bakalan sebarin kebenciannya karena dia pengen menjatuhkan orang yang dia benci.

Dan sebagai kesimpulan Ustad Olih Solihin kembali menjelaskan terkait pertanyaan Kak Adam dan menjawab pertanyaan Abdullah yang belum sempat terjawab, Ustad Olih Solihin juga menambahkan jawaban untuk pertanyaan Fadlan.

“Karena berbeda antara berbohong kepada musuh dengan menyebarkan berita bohong, kalau kita ketahuan lalu ditangkap oleh musuh kemudian ditanya siapa lagi tentara yang masih ada padahal udah engga ada lagi, dia bilang ‘Kami akan melakukan penyerangan!’ itu kan berbohong ketika dimedan perang tapi kalo menyebarkan berita bohong kategorinya ya engga boleh. Boleh berbohong dimedan perang tapi hanya untuk mengakali musuh dan itu termasuk strategi perang seperti yang dilakukan Khalid bin Walid dulu.” –Pertanyaan Kak Adam-

“Kalau memang dia jadi korban, misalkan difitnah lalu dituliskan dimana-mana di sosial media, telegram, facebook, twitter tentu aja engga tinggal diam dan melakukan perlawanan lewat blog, website.” –Pertanyaan Fadlan-

“Makannya kita harus hati-hati sebelum menyebarkan berita, tapi kalau udah terlanjur ya udah dia klarifikasi lalu dihapus, walaupun tidak 100 persen berhasil menghilangkan berita bohong yang udah disebarkan. Kuncinya berita hoax itu bombastis, tidak masuk akal jadi kita harus mengecek lagi sumbernya kita memanga harus memerangi hoax, harus sadar juga bisa-bisa nanti malah termakan berita hoax.” –Pertanyaan Abdullah-

Alhamdulillah banyak yang bertanya dalam diskusi kali ini, walaupun mungkin banyak yang ‘jalan-jalan di alam arwahnya’ kata Ustad Olih J dan diskusi aktual ini pun ditutup oleh Ustad Olih.

 

Zulfana K (Nama pena dari Zulfa Aulia kelas 1 SMA)