Amerika Shutdown, Bukti Kebobrokan Kapitalisme

695 views

Liputan Khusus Diskusi Aktual Pesantren Media Rabu, 23 Oktober 2013

“Kali ini topik nya adalah ‘Amerika shutdown, buktikeboboran kapitalisme.’ Topik ini sangat menarik untuk dibahas, dan seharusnya kita membahas ini minggu kemarin berhubung minggu kemarin Pesantrn Media libur makanya baru dibahas sekarang. Tapi tak apa, kita membahas ini agar kita mengetahui masalah ini lebih mendetail. Kita belajar dan berdiskusi sekarang bukan hannya membahas masalah-masalah yang kecil saja, kita harus bisa dan mampu membahas masalah yang besar sekalipun. Agar kita mengetahui situasi yang terjadi diluar sana (baik itu di luar pesantren, kota ataupun negri).” Ujar Ustadz Oleh sebagai pengantar.

Kemudian diskusidi ambil alih oleh Ahmad Khairul Anam sebagai moderator dan saya (Nurmaila Sari) sebagai notulen.

“Assalamu’allaikum Wr. Wb. Karena saya yang menjadi moderator, pada kesempatan ini insya Allah saya akan mengatur jalannya diskusi dengan baik dan hikmat.” Ujar Anam sebagai pembuka.

Ketika pembukaan kecil-kecilan selesai dilakukan, Anam melanjutkan diskusi ke sesi pertanyaan. “langsung saja kita buka sesi pertanyaan, jika ada yang ingin bertanya silahkan angkat tangan.” Ujar Anam.

Berhubung diskusi kali ini ada beberapa santri yang tidak ikut serta karena sedang mengikuti LKBSI (Lomba Kreasi Bahasa dan Sastra Indonesia) di Univrsitas Pakuan Bogor (Unpak) maka yang bertanyapun lebih sedikit. Tapi, ini bukan masalah dan alasan untuk tidak melakukan diskusi.

Pertanyaan pertama di ajukan oleh Qois (santri Pesantren Media jenjang SMP angkatan ke-2) “Kenapa kita membahas masalah ini? apa dampaknya kepada negara Indonesia?”

Dilanjutkan dengan pertanyaan dari Abdullah “apasih yang menyebabkan berhenti kegiatan pemerintah Amerika atau yang disebus dengan Amerika shutdown?” tanyanya penasaran.

Dengan pelan Ikhsan (santri Pesantren Media jenjang SMP angkatan ke-2) pun mencoba tuk beranya “apasih dampak Amerika shutdown ini bagi AS sendiri?”

Selah Ikhsan, teman seperjuangannya Fadlan menyusul tuk bertanya “Amerika itu berhutang kepada negara apa saja sih?”

Kemudian dilanjutkan pertanyaan dari Novi (santri Pesantren Media jenjang SMA angkatan ke-1) “apakan terjadinya shutdown di AS ini adalah teguran dari Allah? dan bagaimana Islam memandang masalah yang terjadi pada AS?”

Setelah itu lanjut ke pertanyaan yang di ajukan Fatimah (santri Pesantren Media jenjang SMP angkatan  ke-1) “apasih dampak positive dan negative amerika shutdown bagi indonesia, muslim, dan dunia?”

Lanjut ke pertanyaan yang di ajukan Farid (santri Pesantren Media jenjang SMA angkatan ke-1) “17 tahun yang lalu AS ini kan juga shutdown, lalu kenapa bisa terulang kembali?”

Setelah sesi pertanyaan, maka sekarang saatnya untuk sesi jawaban dibuka. Dan di awali dengan menjawab pertanyaan sederhana dari Abdullah (salah satu santri kalong di Pesantren Media). “apasih yang menyebabkan berhentinya kegiatan pemerintah Amerika atau yang disebut Amerika shutdown?”

Anam sebagai moderator tanpada basa-basi langsung bertanya kepada peserta diskusi “apa ada yang ingin mengemukakan pendapat?” kemudian Fathimah mencoba menyampaikan pendapat “karena AS tidak memiliki dana lagi” suaranya kecil dan terdengar samar-samar dari sudut ruang diskusi.

Usai Fathimah, Putri santri sekaligus teman seperjuangan Fathimah pun menyumbangkan pendapatnya “karena AS banyak utang” dengan nada bercanda dia menjawab.

Tak mau kalah, Ihsan pun mencoba menjawab dengan terbata-bata “karena adanya perbedaan pendapat antara dua kubu di Amerika yaitu kubu Demokrat dan Republik.”

Kemudian Cylpa (santri Pesantren Media jenjang SMP angkatan ke-1) mencoba menyampaikan pendapatnya yang lain dari temannya yaitu, “ karena beda pendapat Obamacare dan AS belum bisa membayar hutang-hutang yang cukup besar.”

Setelah itu, Anam menambahkan beberapa hal yang cukup mendetail. “Obama mengaku tidak punya pilihan lain. Pengajuan anggaran pendapatan dan belanja negara 2013-2014 yang didalamnya berisi pengajuan utang, tidak di setujui oleh Kubu Republik. Konres menolak menyetujui peningkatan pagu utang, jika Obama masih ngotot melaksanakan kebijakan anggaran kesehatan untuk asuransi semua warga atau yang disebut Obamacare.”

Anam pun berhenti sejenak sambil melihat peserta diskusi, dan kemudian dia melanjutkan perkataannya.

“Kongres minta Obamacare ditunda setahun, namun pihak Senat yang didominasi Demokrat menolaknya. Karena penolakan tersebut, pihak kongres menolak menyetujui penambahan pagu utang pemerintah. Tanpa persetujuan ini, berarti Amerika tak memiliki uang untuk menggaji pekerja pemerintah. Sebab batas uang pemerintah negara ini sampai akhir September. Sementara tanpa persetujuan kongres, konstitusi Amerika tidak membenarkan presiden Barrack Obama memutuskan sepihak.”

Selesai berbicara, Anam kembali bertanya kepada peserta diskusi “apa ada yang ingin menambahkan?” semua peserta mengatakan “tidak, lanjutkan saja kepertanyaan selanjutnya.”

Maka diskusi dilanjutkan ke pertanyaan dari Ikhsan “apasih dampak Amerika shutdown ini bagi AS sendiri?”

Tanpa basa-basi, Umar (santri Pesantren Media jenjang SMA angkatan ke-3)  menuturkan pendapatnya “banyak orang yang bekerja di pemerintahan menjadi pengangguran” dan kemudian disusul oleh Riski ( santri Pesantren Media jenjang SMA angkatan ke-3) “berkurangnya jumlah turis yang mengunjungi AS” ujarnya pelan.

Setelah mendengar jawaban dari dua santri tersebut Anam memilih untuk menjawab dengan sekit bantuan tambahan kata dari Ustadz Oleh. “Shutdown AS berdampak kesektor bisnis, jumlah wisatawan berkurang, banyak fasilitas negara dan layanan umum terpaksa ditutup dan selain itu AS akan merugi U$$ 300 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun per harinya.”

Lanjut ke pertanyaan berikutnya dari Farid (santri Pesantren Media jenjang SMA angkatan ke-1) “17 tahun yang lalu AS ini kan juga shutdown, lalu kenapa bisa terulang kembali?”

Anam kembali melemparkan pertnyaan ini kepada peserta diskusi. Dan Cylpa  menjawab dengan yakinnya “karena AS masih menganut systim  kapitalisme”, kemudian dilanjutkan dengan Riski “karena mereka tidak menerapkan aturan-aturan Islam.”

Berhubung Anam tidak mengetahui apa alasan pastinya maka, pertanyaan ini dijawab oleh Ustadz Oleh. “karena pemerintah Amerika tak belajar dari kesalahan masa lalu. Mereka tetap menggunakan system kapitalisme dan akhirnya terpuruk lagi seperti sekarang.”

Setelah pertanyaan dari Farid, Anam melanjutkan kembali diskus dengan menjawab pertanyaan dari Fadlan. “Amerika itu berhutang kepada negara apa saja sih?”

Kembali Cylpa pun mencoba tuk menjawabnya “Amerika memiliki hutang kepada Indonesia sebesar 57 ribu ton emas.” Dan selanjutnya Novi menjawab “AS memiliki hutang kepada berbagai negara dibelahan dunia. Diantaranya; kepada China (U$$ 1,28 triliun), Jepang (U$$ 1,14 triliun), Brasil (U$$ 256,4 miliar), Taiwan (U$$ 185,8 miliar), Swiss (U$$ 178,2 miliar).”

Mendengar jawaban itu Anam pun membenarkan jawaban mereka. “Iya, itu tadi jawabannya. Amerika memiliki hutang paling banyak kepada China dan Jepang.” Karena ada yang kurang Ustadz Oleh pun menambahkan sedikit. “Sekarng kedua negara ini (China dan Jepang) harap-harap cemas, jika pemerintahan AS benar-benar berhenti untuk selamanya mereka takut hutang AS tidak terbayar.”

Lanjut ke pertanyaan dari Qois, “Kenapa kita membahas masalah ini?” Karena tadi di awal sudah dikatakan maka pada diskusi kemarin, pertanyaan ini tidak dijawab. Tapi, jangan khawatir jika kalian lupa/ingin tahu saya akan menuliskan jawabannya kembali.  Di awal tadi Ustad Oleh berkata “Kita belajar dan berdiskusi sekarang bukan hannya membahas masalah-masalah yang kecil saja, kita harus bisa dan mampu membahas masalah yang besar sekalipun. Agar kita mengetahui situasi yang terjadi diluar sana (baik itu di luar pesantren, kota atau pun negri).”

Ya, karena telah dijawab ayo kita bahas pertanyaan yang selanjutnya. Masih dari Qois, “apa dampaknya kepada negara Indonesia?”

Anam memberikan kesempatan kepada peserta diskusi untuk menjawab pertanyaan dari Qois ini. Dengan semangat 45 Cylpa pun menjawab (jiah, seperti tujuh belasan saja) “pastinya ada seperti dollar berkurang, penjualan barang ekspor dan impor pun berkurang, serta pada media informasi Indonesia.”

Setelah Cylpa selesai mengutarakan pendapatnya,kemudian Anam pun menjawab dengan sedikit penyempurnaan dari jawaban yang sebelumnya. “Fenomena shutdown sangat berpengaruh terhadap investasi AS ke Indonesia, jumlah impor dan eksport dan perdangangan Indonesia ke AS akan terganggu, dan tentunya terjadi rush dollar yang menyebabkan kebutuhan dollar di dalam negri berkurang.”

Pertanyaan terus dijawab, dan sekarang pertanyaan yang di jawab adalah pertanyaan dari Fahimah. “apasih dampak positive dan negative amerika shutdown bagi indonesia, muslim, dan dunia?” Anam langsung melihat semua peserta diskusi dan berkata “siapa yang ingin menjawab pertanyaan dari Fathimah ini?”

Dengan plan Riski pun berpendapat “Anggaran untuk membentu majelis-majelis yang melenceng dan mengatas namakan suatu forum terhenti”. Diteruskan oleh  Umar “bisa merubah pandangan dunia kepada amerika” jawabnya lantang. Cylpa juga memberikan argumennya “untuk umat muslim ada kesempatan untuk menerapkan Syari’at dan mengajarkannya kepada orang yang mulai memandang Islam.”

Setelah pendapat dari peserta diskusi dikemukakan Anam kembeli melengkapi jawaban mereka “sangat berdampak kepada perekenomian global, beberapa kerja sama dengan AS dibatalkan, mempengaruhi  sentimen pelaku pasar saham dan keuanggan dunia. Dan dampaknya kepada negara-negara berkembang seperti Indonesia adalah batalnya penanaman saham yang melibatkan AS, larinya Insvertor AS, dan tentunya harga tukar dollar turun sedangkan rupiah kembali naik. Sedangkan bagi muslim sendiri Amerika shutdown ini sangat menguntungkan karena kejadian mengubah pandangan dunia kepada Amerika dan mereka mengalihkan perhatian ke negari-negari lain seperti negara-negara Islam. Karena mulai dilirik oleh dunia, maka muslim lebih mudah menyebarkan kebenaran Islam.”

Diskusi kembali dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan dari Novi “apakah terjadinya shutdown di AS ini adalah teguran dari Allah?”

Lalu  Anam melihat ke semua peserta diskusi dan kemudian berkata ‘siapa yang menganggap kalau ini adalah teguran dari Allah SWT angkat tangannya dan yang bilang tidak silahkan turunkan tangannya dan beri alasan!’ Dan ternyata semua peserta diskusi di pagi menjelang siang itu mengangkat tangan dan kemudian mengatakan ‘Ya’.

Setelah melihat dan mendengar jawaban dari para peserta diskusi Anam berkata; “Iya, saya setuju sekali dengan pendapat kalian. Tapi mungkin lebih tepatnya ini bukanlah teguran dari Allah, melainkan azab. Karena teguran itu hanyalah diberikan Allah kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya sebagai tanda bahwa Allah sayang kepadanya.” Dan jawaban dari Anam ini juga di benarkan Ustad Oleh.

Lanjut ke pertanyaan kedua dari Novi “bagaimana Islam memandang masalah yang terjadi pada AS?” mendengar pertanyaan kedua dari Novi ini Anam pun terdiam sejenak dan kemudian melirik ke arah Ustadz Oleh. Karena Ustadz Oleh mengerti kode yang dibeikan Anam kepadanya, maka Ustadz Oleh menjawab dengan singkat “ya, Islam memandang ini dengan rasa syukur. Kare