Aku, Mamah dan Cupcake

468 views

03.58 dini hari. Dingin merasuk hingga tulang rusuk. Dalam kamar mandi aku hanya terdiam menatap bak yang berisi air. Setelah begitu lama di kamar mandi, aku balik ke kamar tidurku. Di atas kasur empuk, aku menatap layar laptopku. Di temani dengan segelas kopi Cappuccino yang di taburi Choco Granule-nya. Mulailah jari-jariku menari di atas keyboard. Kata perkata, aku mulai merangkai kalimat. Kalimat perkalimat menjadi paragraf. Tugas bahasa Indonesiaku selesai.

Hari ini hari senin, aku upacara. Setelah mengerjakan tugas, aku menyiapkan perlengkapan sekolahku. Mamah, yang sudah bangun dari jam 03.00, sudah sibuk di dapur. 04.40, terdengar suara azan subuh. aku dan mamah bergesas pergi ke masjid. Seusai sholat subuh, pandanganku teralihkan. Menatap awan hitam yang cerah, di temani dengan ribuan bintang yang indah “Subhanallah” ujarku dalam hati.

06.00, sarapan sudah ada di meja makan. Nasi goreng, dengan telor mata sapi yang setengah matang, plus susu putih yang tidak terlalu manis. Mamah sudah tau apa kesukaanku. Jika mamah lupa atau mamah kesiangan dan tidak sempat membuatkanku sarapan, aku tidak mau sarapan. Setelah sarapan, aku berangkat sekolah. Karena hari ini upacara, jadi sekolah masuk jam 06.45.

Mentari pagi ini begitu cerah. mengawali aktifitasku  yang padat. Sekolah, les, bantuin mamah buat kue, belajar dan tidur deh. Siapa lagi yang bantuin mamah selain aku, anak mamahkan Cuma aku. karena ayah sudah meninggal beberapa tahun lalu, jadi mamah buka usaha catering. Alhamdulillah, dari situ aku bisa melanjutkan sekolahku.

Sekarang aku duduk di bangku SMU kelas 11. Ooh iya… aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Karina salsabila. Aku anak sematawayang. Ayahku sudah meninggal tiga tahun lalu. Ayahku meninggal karena sakit. Beliau mengidap penyakit kangker. Karena kurang biaya, pengobatanpun terhambat. Jadi ayah harus merenggut nyawanya di usia 42 tahun. Dan mamahku lah yang menggantikan tugas ayah. Mencari nafkah dan mengurusku.

Setiap hari mamah membuat kue. Mamah tuh paling ahli kalau buat kue. Kue-kue yang mamah buat enak-enak lohhh J. Sampai-sampai setiap harinya pelanggan mamah bertambah. Aku dan mamah kewalahan memenuhi pesanan pelanggan mamah. Apalagi aku sekolah. Jadi bantu mamahnya setengah-setengah, kecuali kalau lagi libur. Setiap hari mamah habiskan waktu di dapur. Di temani tepung, telor, margarin, dan alat-alat untuk membuat kue.

Suatu hari, aku sibuk sekali. Tidak sempat membantu mamah. Tugas-tugas dan exkul membuatku sibuk. Sampai-sampai aku pulang malam. Aku melihat rumahku gelap. “tumben gelap, kemana mamah ya?” ujarku dalam hati. Perlahan aku mulai mendekati pintu rumah, “Assalamu’alaikum… Assalamu’alikum” aku mengucapkan salam sambil mengetok pintu rumah. Tidak ada yang jawab. Aku mencoba untuk membuka pintu. Tapi pintu tidak terkunci. Aku langsung masuk. Dan… tiba-tiba lampu di nyalakan, mamah keluar dari arah dapur. “Happy berthday… Happy birthday… Happy birthday…. Ka..rin” mamah membawa cupcake. Aku langsung memeluk mamah dan meneteskan air mata. “Mah, makasih yah udah nyiapain semua ini” ucapku. “Iyah nak, sama-sama” balas mamah.

Aku bangga punya ibu seperti mamah. Di sela-sela kesibukannya, mamah masih menyempatkan untuk memmuatkanku cupcake dan ingat dengan tanggal ulang tahunku. Padahal, aku ajah lupa sama ulang tahunku.

17 maret. 17 tahun lalu aku di lahirkan dalam keadaan telanjang, dalam keadaan berlumuran darah. Mamahlah yang memakaikanku baju. Mamahlah yang memebersihkanku. Sekarang aku sudah dewasa. Di umurku yang 17 ini, aku mau membahagiakan mamah sampai akhir hayatnya. Mamah, hartaku satu-satunya. Cupcake ini kado terindah untukku. Sweet seventeen, memang manis. Di rumah yang sederhana, aku dan mamah merayakan ultahku. Hanya ada aku, mamah dan cupcake.

 

[Holifah Tussadiah, santri jenjang SMA angkatan 2. Pesantren Media]

Catatan: tulisan ini sebagai tugas menulis cerpen di Kelas Menulis Kreatif, Pesantren Media

aku cupcake mamah

Penulis: 
author
Ahmad Khoirul Anam, santri angkatan ke-2, jenjang SMA di Pesantren Media | Blog pribadi: http://anamshare.wordpress.com | Twitter: @anam_tujuh

Posting Terkait