3 Kiat-kiat Menjadi Santri Hebat

296 views
  1. Disiplin

Menjadi seorang pelajar sudah pasti harus mentaati peraturan yang sudah dibuat oleh sekolah. Begitu juga menjadi santri, santri harus menaati peraturan yang sudah dibuat oleh pesantren. Disiplin adalah salah satu peraturan yang ada di setiap tempat seperti, sekolah, kantor, rumah, dan juga pesantren. Pesantren juga sekolah, yang membedakannya adalah pelajaran, cara berpakaian, dan pastinya kalau pesantren memiliki asrama. Pesantren memiliki kedispilan yang lebih di banding sekolah biasa. Kedisiplinan yang harus ditaati adalah bangun sebelum subuh, misalnya pukul 03.00, masuk kelas tepat waktu, selalu mengerjakan tugas, memakai pakaian yang menutup aurat, menjaga jarak atau syahwat dengan lawan jenis, tidak berkata kotor, dan masih banyak lagi. Jika melanggar pasti akan terkena sanksi, mau itu sanksi berat ataupun ringan, sesuai dengan pelanggaran yang ia lakukan. sebagai santri, kita wajib mentaati peraturan terutama kedisiplinan. Tidak hanya peraturan agama, peraturan pesantren juga harus kita taati selagi peraturan itu benar.

  1. Penghafal AL-QUR’AN

Membaca, mendengar, menulis, dan menghafal Al-qur’an adalah kewajiban seorang muslim laki-laki dan perempuan. Menjadi remaja yang sekolah dan tinggal di pesantren sudah pasti tidak pernah lepas dari Al-qur’an, entah itu dihafal atau sekedar membaca. Tapi kebanyakan pesantren mewajibkan para santrinya untuk mengahafal Al-qur’an. Ada santri yang memang bersungguh-sungguh menghafal karena mengharap ridho dari Allah, namun ada juga yang hanya menghafal karena disuruh ustad atau ustadzah. Menghafal Al-qur’an memang tidak mudah, selalu saja ada godaan yang datang, seperti ngantuk, malas, dan masih banyak lagi. Lawanlah godaan-godaan yang datang, berusahalah terus jika memang sulit, in sya Allah, Allah akan memberi kemudahan kepada hamba-Nya yang selalu berusaha demi kebaikan akhiratnya. Jadilah santri penghafal Al-qur’an yang dibanggakan kedua orangtua, ustad, dan ustadzah. Ingatlah, Al-qur’an dapat menolong kalian di kuburan kelak.

  1. Rajin Ibadah

Ibadah mencakup banyak hal. Sholat, puasa, zakat, dan lain-lain. Yang membedakan adalah hukumnya. Hukum masing-masing ibadah berbeda-beda misalnya, sholat fardhu hukumnya wajib, sholat jenazah hukumnya sunnah muakkadah, puasa Ramadhan hukumnya wajib, puasa senin/kamis hukumnya sunnah, dan masih banyak lagi. Seluruh pesantren, dari aliran apapun itu pasti selalu mengutamakan ibadah, ibadah wajib, sunnah, makruh, atau mubah. Sholat 5 waktu berjamaah sudah menjadi kewajiban untuk santri laki-laki, memang sulit untuk membiasakannya, tapi mau tidak mau harus melaksanakannya, seperti istilah bisa karena biasa, biasak karena dipaksa. Tidak hanya ibadah wajib, pesantren juga menerapkan ibadah sunnah seperti sholat malam, sholat dhuha, dan puasa senin/kamis. Yang sunnah dijadikan wajib, itulah pesantren, bukannya mengubah hukum Allah, hanya untuk membiasakan saja, tapi ada juga pesantren yang menggunakan metode kesadaran masing-masing. Santri rajin ibadah wajib sudah biasa, namun santri yang juga rajin ibadah sunnah adalah santri yang luar biasa. Jadilah santri yang tidak hanya rajin ibadah wajib, tapi juga rajin ibadah sunnah. (Tugas Menulis Pemula)

 

Zuyyina Hasanah (Santri kelas 1 SMA Pesantren Media)

Penulis: 
    author

    Posting Terkait