#2 Membunuh Rasa Malas

67 views

Para santri seringkali jenuh akibat beban pelajaran yang berat. Ujung-ujungnya malas. Namun, ada juga santri yang merasa jenuh karena kegiatan harian yang itu-itu saja, bukan beban pelajaran. Sebab, ia tetap semangat belajar. Hanya saja dalam kondisi tertentu perlu mengusir kepenatan, agar rasa jenuh tak sering mampir.

Bagaimana mengusir, apalagi membunuh rasa malas? Para santri sudah terbiasa membaca doa ini,

اللَّـــهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْحَـمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْـِز وَاْلكَسَلِ
وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُـبْنِ وَالْبُخْـلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَـهْرِ الرِّجَالِ

artinya:“Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud 4/353)

Prakteknya juga ada. Jika bosan duduk, ya berdiri. Jalan-jalan sekitar pondok juga bisa membuat fresh. Apalagi di Pesantren Media masih terbuka kebun cukup luas. Bisa juga bermain bola di lapangan yang sudah dibuat. Jika bosan di kelas, bisa pergi ke mushola sambil murajaah harian dari hafalan al-Quran. Sesekali juga bisa camping. Setiap Rabu malam juga ada beragam kegiatan setiap bulannya. Rabu pekan pertama “Diskusi Aktual”. Membahas peristiwa yang terjadi yang menarik dan hangat dibicarakan masyarakat. Rabu pekan kedua “Nobar”. Nonton bareng film lokal maupun mancanegara sambil dinilai dan dikritisi. Rabu pekan ketiga “Presentasi Makalah”. Santri secara bergiliran mendapat jatah untuk mempresentasikan makalah yang didapat dari hasil undian. Rabu pekan keempat, “Pentas Kreativitas”. Para santri diberikan kesempatan untuk menampilkan kreativitas yang disukainya: film pendek, baca puisi, siaran, desain grafis, fotografi, drama, dan sejenisnya. Intinya, banyak hal bisa dilakukan untuk membunuh rasa malas.

Praktek teknik media juga sekaligus bisa membuat fresh karena mengerjakan sesuatu yang baru. Membuat film pendek, membuat desain grafis, hunting foto, mempermak website, latihan editing audio dan menyiapkan contoh program radio.

Bagi yang tertarik mendalami tahfiz al-Quran hingga full 30 Juz juga kami fasilitasi. Waktu-waktu kosong bisa digunakan untuk mengejar hafalan dan murajaah.

So, itu semua tergantung santri maunya gimana. Tujuan dan target sangat penting. Di mana pun. Kesungguhan hati jauh lebih penting untuk tetap fokus pada tujuan dan pencapaian target selama belajar di Pesantren Media. Semangat dan tetap istiqomah, wahai para santri!

Salam semangat,

@osolihin
Mudir Pesantren Media

Inspirasi malas santri

Penulis: 
author
O. Solihin adalah instruktur kelas Menulis Kreatif, Pengenalan Blog dan Website, serta Problem Anak Muda di Pesantren Media | Menulis beberapa buku remaja | Narasumber Program Voice of Islam | Blog pribadi: www.osolihin.net | Twitter: @osolihin

Posting Terkait